Basarnas Kendari Catat 31 Kasus Kecelakaan Kapal Sepanjang 2024
Kantor Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas Kendari merilis jumlah kasus yang ditangani sepanjang 2024.
Kepala Kantor Basarnas Kendari, Amiruddin menyatakan, sepanjang 2024 terdapat 31 kasus kecelakaan kapal.
Kemudian, untuk kondisi membahayakan manusia sebanyak 40 kasus dan bencana sebanyak 3 kasus.
“Total keseluruhan ada 74 kasus,” katanya dalam rilis akhir tahun.
Ia menyebut, dalam 74 peristiwa tersebut, sebanyak 546 orang menjadi korban. Sebanyak 509 orang selamat, meninggal 26 orang dan hilang 11 orang.
Bila dibandingkan dengan 2023, kecelakaan kapal tercatat 43 kasus, kondisi membahayakan manusia 24 kasus dan bencana tidak ada.
Iklan oleh Google
Namun, di tahun 2023, korban dari peristiwa tersebut lebih tinggi dibandingkan tahun ini, yakni, 1.150 krang dengan korban selamat 1.103 orang, meninggal 35 orang dan hilang 12 orang.
“Dari jumlah keseluruhan kecelakaan yang terjadi pada tahun 2024 di wilayah kerja Kantor Pencarian dan Pertolongan Kendari apabila dibandingkan dengan Tahun 2023 terdapat kenaikan sebesar 9,46 persen,” jelasnya.
Di Tahun 2024 ini, lanjut dia, jumlah kondisi membahayakan manusia yang mendominasi dan terjadi kenaikan dimana tahun sebelumnya sebanyak 24 Kasus dan tahun ini sebanyak 40 Kasus.
“Sementara untuk kecelakaan kapal dimana tahun lalu mendominasi jumlah data kecelakaan terjadi penurunan sebesar 38,71% dari sebelumnya sebanyak 43 kasus, di tahun 2024 ini sebanyak 31 Kasus,” tuturnya.
Untuk kasus kondisi membahayakan manusia diterkam buaya pada tahun 2024 terjadi 3 kasus yang ditangani yakni, di Konawe Utara, Buton Tengah dan Muna Barat.
“Perbandingan di Tahun 2023 terjadi 4 kasus, dua kasus di Konawe Selatan dan masing-masing satu kasus di Buton Utara dan Kolaka Timur,” imbuhnya. (Yat)
