Seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) bernama Rusdin (48) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengapung di perairan Desa Numana, Kecamatan Wangi-Wangi Selatan, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Kamis 16 Juli 2026. Korban diduga tenggelam saat sedang memancing.
Jasad warga Desa Numana tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang nelayan setempat yang hendak melaut sekitar pukul 10.20 WITA.
Kasat Polairud Polres Wakatobi, Iptu H. Jufri membenarkan adanya laporan penemuan mayat tersebut.
“Benar ada penemuan mayat. Dari keterangan awal, korban berpamitan untuk memancing sejak Rabu pagi dan biasanya pulang sebelum magrib. Namun hingga Kamis pagi tidak kembali,” kata Jufri saat dikonfirmasi, Kamis 16 Juli 2026.
Berdasarkan keterangan pihak keluarga, korban awalnya berpamitan kepada istrinya, Ernawati, pada Rabu, 15 Juli 2026 sekitar pukul 09.00 WITA. Korban berniat pergi memancing di kawasan Pelabuhan Perikanan Desa Numana.
Namun hingga pukul 17.00 WITA, Rusdin tak kunjung pulang ke rumah. Khawatir dengan kondisi suaminya, Ernawati sempat melakukan pencarian ke area pelabuhan pada Rabu siang dan Kamis pagi. Di sana, ia hanya menemukan sepeda motor milik korban yang masih terparkir di lokasi.
Iklan oleh Google
Jufri mengungkapkan korban baru ditemukan ketika seorang nelayan bernama Musni La Jia (43) melihat sesosok mayat dalam posisi tengkurap dan mengapung di laut, sekitar 100 meter dari bibir pantai Desa Numana.
“Saksi kemudian berteriak meminta pertolongan warga. Bersama masyarakat, mayat korban kemudian dievakuasi ke pinggir pantai menggunakan perahu katinting dan sebatang bambu,” jelas Jufri.
Setelah berhasil dievakuasi ke darat, jenazah korban langsung ditangani oleh personel Sat Polairud Polres Wakatobi bersama tim Basarnas dan masyarakat. Jasad Rusdin kemudian dimasukkan ke dalam kantong jenazah dan dibawa menggunakan mobil Basarnas menuju RSUD Wakatobi untuk dilakukan visum.
“Jenazah sudah dibawa ke RSUD untuk pemeriksaan lebih lanjut,” imbuh Jufri.
Hingga berita ini diturunkan, pihak keluarga menyatakan telah mengikhlaskan dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah.
Atas insiden ini, Polres Wakatobi mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya para nelayan dan warga yang kerap beraktivitas di laut, untuk selalu waspada dan mengutamakan keselamatan. (Ahmad Odhe/yat)
