Take a fresh look at your lifestyle.
   

Waspada Calo Seleksi TKL di PT VDNI dan OSS Konawe

75

Perekrutan calon tenaga kerja lokal (TKL) PT Virtu Dragon Nikel Industri (VDNI) dan PT Obsidian Stainless Steel (OSS) melalui Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe ditemukan dugaan pungutan liar (Pungli).

Praktik pungli dalam perekrutan masih saja dilakukan oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab, dengan memberikan uang “mahar” agar bisa olos menjadi TKL di PT VDNI dan PT OSS.

Info yang dihimpun media ini, mahar calon TKL yang harus dibayarkan mulai dari Rp3 juta hingga Rp6 juta. Bahkan, sebelum mengikuti tahapan tes para calon TKL harus memberikan uang muka atau DP kepada oknum tertentu yang mengaku memiliki pengaruh dalam perekrutan yang dilaksanakan oleh Pemkab Konawe dengan angka Rp1 juta sampai Rp2 juta.

Hal ini diungkapkan salah satu TKL PT VDNI yang lulus dalam seleksi mengaku, dirinya harus mengeluarkan uang sebesar Rp4 juta untuk bisa bekerja di PT VDNI. Tapi harus membayar dulu uang DP kepada oknum yang mengaku dari Pemda Konawe sebesar Rp1 juta, dan sisanya dibayarkan setelah dinyatakan lulus menjadi TKL.

“Awalnya saya ditawarkan sebesar Rp 6 juta. Namun saya tawar karena kemampuan saya hanya Rp 4 juta, setelah itu saya DP Rp 1 Juta. Tapi oknum itu kemudian menyuruh saya memenuhi persyaratan untuk mengikuti tes yaitu fotokopi KTP dan kartu keluarga, setelah saya dinyatakan lulus saya harus membayar sisanya,” ungkap
TKL yang tidak mau disebutkan namanya yang kini bekerja di Control Room.

Kemudian, salah satu TKL yang juga lulus tes melalui seleksi Pemda Konawe, yang kini bekerja di Divisi Dump Truck juga berbagi cerita, dirinya dimintai mahar sebesar Rp6 juta untuk bisa lulus di divisi dump truck. Sebelum mengikuti tes dirinya harus membayar DP sebesar Rp2 juta dan sisanya dibayar setelah diterima menjadi pekerja di divisi dump truck PT VDNI.

“Oknum itu mengaku dari Pemda menawarkan kepada saya, bukan hanya saya yang ditawarkan. Tetapi sebelumnya ada yang urus dan dia lulus jadi saya mau juga diuruskan supaya bisa bekerja,” kata TKL yang juga tak mau disebutkan namanya.

Namun nasib baik dua TKL di atas tak seberuntung calon TKL, Fatmawati dan Rostina yang telah membayar DP sebesar Rp1 juta kepada oknum dengan bukti kwitansi bermaterai dengan isi materai bertuliskan “titipan sementara”.

Iklan oleh Google

Ia mengaku belum mendapatkan panggilan meski dirinya telah membayar DP pada 10 Juni lalu. Namun hingga kini namanya belum pernah ada di daftar pengumuman TKL yang lulus bekerja di PT OSS.

“Sudah empat bulan mi saya tunggu belum ada, saat itu saya ditawari Rp3,5 juta untuk lulus tes dan saya sudah DP, tapi tidak ada kabar sampai sekarang. Kalau memang saya tidak bisa lulus uang saya bisa dikembalikan karena uang itu juga saya pinjam,” ungkapnya.

Dikonfirmasi kepada Kepala Bagian Humas dan Protokoler Sekretariat Daerah Konawe, Sukri Nur menegaskan, perekrutan CTKL di PT VDNI maupun PT OSS itu gratis. Tidak ada pembayaran, kecuali biaya swab atau rapid yang menjadi salah satu syarat setelah lolos berkas.

“Jadi kita tidak membayar sepeserpun, karena semuanya dilakukan dengan gratis. Tujuan utama perekrutan diambil alih oleh Pemda Konawe untuk memangkas pungli yang sebelumnya kerap terjadi. Kita juga inginkan pengangguran di Konawe dan Sultra ini berkurang, itu sudah terbukti,” jelasnya.

Sukri mengungkapkan, ada banyak calo-calo di luar sana yang mengatasnamakan diri dari Pemda. Bahkan sudah berani menawarkan langsung jasa percaloannya di media sosial seperti facebook.

“Di FB itu mereka (calo) tawarkan jasa kalau mereka bisa bantu urus masuk kerja dan biasanya lengkap dengan nomor hpnya. Parahnya lagi banyak yang percaya, makanya di sini saya cuma mau bilang untuk jangan lagi percaya kalo ada yang tawarkan seperti itu. Apa lagi sampai harus membayar 3 juta,” jelasnya.

Ia menambahkan, saat ini proses perekrutan CTKL PT VDNI dan OSS masih terus berjalan. Setiap pendaftar kemungkinan besar pasti akan masuk. Namun diharapkan untuk bersabar mengantri karena banyak pelamar yang ikut.

“Kalau namanya belum keluar pada pengumuman saat ini, biasanya akan keluar pada pengumuman selanjutnya. Makanya harap bersabar, yang jelasnya proses penerimaan karyawan masih terus berjalan,” tutupnya. (re/yat)

ARTIKEL-ARTIKEL MENARIK NAWALAMEDIA.ID BISA DIAKSES VIA GOOGLE NEWS(GOOGLE BERITA) BERIKUT INI: LINK
       
Berlangganan Berita via Email
Berlangganan Berita via Email untuk Mendapatkan Semua Artikel Secara Gratis DIkirim ke Email Anda
Anda Dapat Berhenti Subscribe Kapanpun
Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan, ruas (*) wajib diisi