Polisi Tangkap Dua Terduga Pelaku Pembunuhan Mahasiswa di Kendari
Kepolisian berhasil menangkap dua terduga pelaku pembunuhan seorang mahasiswa Universitas Muhamadiyah Kendari (UMK) bernama La Ode Hartono (25).
Sebelumnya, jenazah korban ditemukan di dalam semak-semak wilayah Nanga-Nanga Jalan KS Tubun Kelurahan Baruga Kecamatan Baruga Kota Kendari, Jumat, 4 Oktober 2024 lalu.
Penangkapan tersebut dibenarkan Kapolresta Kendari Kombes Pol Aris Tri Yunarko dikonfirmasi awak media. Ia mengatakan, dua terduga pelaku tersebut yakni seorang pria berinisial EN dan wanita berinisial IN.
“Iya Benar, dua orang terduga pelaku sudah kami tangkap. Satu laki-laki dan satunya perempuan,” katanya saat dikonfirmasi awak media, Senin 7 Oktober 2024.
Ia menyebut kedua pelaku berhasil diamankan oleh Satreskrim dan Unit Intelkam Polresta Kendari di BTN Adam Al-Hafidz, Kelurahan Rahandouna, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, Minggu 6 Oktober 2024.
Sementara itu untuk motif kedua terduga pelaku melakukan tindak pidana pembunuhan terhadap korban belum diketahui. Namun saat ini, keduanya masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Mako Polresta Kendari.
Diketahui korban bernama La Ode Hartoyo berumur 25 tahun. Ia merupakan warga Desa Nambo Jaya Kecamatan Wawonii Tenggara Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) Provinsi Sulawesi Tenggara. Korban juga diketahui berstatus mahasiswa di Pendidikan Teknologi dan Informasi Universitas Muhamadiyah Kendari.
Ia ditemukan terlentang di tanah dengan menggunakan baju warna hijau dan bercelana panjang serta terdapat luka-luka di bagian muka diduga menjadi korban pembunuhan.
Iklan oleh Google
Dokter Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Kendari, dr Raja Al Fath Widya Iswara mengungkapkan, dari hasil visum korban diperkirakan sudah meninggal antara 18-24 jam yang lalu.
Kata dia, dari hasil pemeriksaan ditemukan ada beberapa luka di kepala, muka, tangan kiri dan badan.
Terkait penyebab kematian korban, sebut Raja, diduga karena hantaman benda tumpul di kepala dan tangan yang terbentur berkali-kali yang membuat korban lemas hingga meninggal dunia.
“Jadi korban mati lemas karena terkena hantaman benda tumpul terutama area kepala. Apalagi di bagian tangan kiri ada lebam yang diduga korban sempat menangkis hantaman benda tumpul,” kata dr Raja saat ditemui awak media pada Jumat, 4 Oktober 2024 malam.
Ia menambahkan, dari hasil pemeriksaannya tidak ditemukan adanya luka yang diakibatkan karena benda tajam atau tusukan benda tajam. (Ahmad Odhe/yat)
Senada dengan keluarga korban menduga La Ode Hartono merupakan korban pembunuhan berencana.
“Kalau kami dari keluarga sejak melihat (foto wajah korban) dari awal memang jelas itu adalah pembunuhan bahkan ada perencanaan,” kata Nurdin, keluarga korban saat ditemui di Rumah Sakit Bhayangkara Kendari pada Sabtu 5 Oktober 2024.
Nurdin bilang alasan dirinya menduga adanya pembunuhan berencana karena berdasarkan keterangan yang ia dapatkan di WhatsApp korban terdapat informasi yang menjurus ke pembunuhan.
“Perencanaannya karena ada beberapa (kecurigaan kami) di WhatsApp-nya, kami lihat di laptop yang disandingkan dari WA ke hp-nya ke laptop itu,” pungkasnya. (Ahmad Odhe/yat)
