UHO Kendari Dorong Peningkatan Ekonomi di Sektor Industri Kelautan dan Perikanan
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Halu Oleo (FPIK UHO) menggelar Seminar Nasional 2023 dengan tema ekonomi biru tantangan dan strategi hilirisasi pengelolaan dan pemanfaatan sektor kelautan dan perikanan berkelanjutan, di salah satu hotel di Kota Kendari, Kamis Oktober.
Kegiatan tersebut salah satu upaya FPIK UHO mendorong pertumbuhan ekonomi di industri kelautan dan perikanan Indonesia.
Rektor UHO, Prof. Dr. Muhammad Zamrun Firihu, S.Si., M.Si, M.Sc mengatakan Provinsi Sulawesi Tenggara memiliki sumber daya alam yang luas serta memiliki potensi kelautan yang besar.
“Dari berbagai kesempatan saya sudah sampaikan bahwa kita jangan terpatri di kepala bahwa Sultra itu hanya tambang. Tapi ada potensi lain yang kita perlu gali, manfaatkan dan bisa kita kembangkan yakni potensi perikanan dan kelautan di Sultra,” kata Prof Zamrun.
Oleh karena itu, kata Zamrun, dalam kegiatan kali ini diharapkan para peserta yang hadir dapat melihat berbagai potensi dan dapat mengembangkan potensi tersebut.
“Makanya dengan seminar hari ini kita berharap berbagai hal tentang potensi perikanan dan kelautan Sultra bisa kita gali. Sehingga ke depannya penelitian dosen dan mahasiswa bisa berkontribusi dalam kemajuan pembangunan perikanan dan kelautan di Sultra,” terang alumnus Jepang itu.
Iklan oleh Google
Sementara itu, Dekan FPIK UHO, Prof. Dr. Asriyana menuturkan, konsep ekonomi biru sejalan dengan rencana strategis yang dicetuskan oleh Perserikatan Bangsa Bangsa di tahun 2015.

“Konsep ini muncul untuk meningkatkan antara pembangunan ekonomi dengan kapasitas pemanfaatan ekosistem sumber daya laut dan sumber daya air secara berkelanjutan,” tuturnya.
Ia mengungkapkan, konsep ini berupaya untuk menjamin kelestarian sumber daya laut, mendorong pertumbuhan ekonomi di industri kelautan dan perikanan Indonesia.
Kata dia, Indonesia sebagai negara maritim tentu banyak sektor yang terlibat di dalamnya, seperti perikanan, energi terbarukan, pariwisata, transportasi air, pengelolaan limbah dan mitigasi perubahan iklim.
“Jika dikelola dengan konsep berkelanjutan maka semua sektor akan mampu membantu Indonesia yang sejahtera. Untuk mewujudkan tersebut, dibutuhkan kolaborasi lintas batas dan sektor dengan berbagai kemitraan dan pemangku kepentingan,” ujarnya.
“Seminar nasional ini juga salah satu kegiatan rutin kami di setiap tahunnya. Rencananya tahun depan kita akan laksanakan seminar internasional,” tambahnya. (Ahmad Odhe/yat)
