Musibah menimpa penggawa Timnas Indonesia dan Persib Bandung, Saddil Ramdani. Kediaman orang tuanya yang terletak di Desa Barangka, Kecamatan Barangka, Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara, ludes dilalap api pada Jumat, 14 Agustus 2025 sore sekitar pukul 16.00 WITA.
Insiden tersebut membumihanguskan hampir seluruh konstruksi bangunan, terutama bagian dalam dan belakang rumah milik ayah kandung Saddil, La Pantasi.
Akibat kejadian tersebut Saddil Ramdani meminta doa, agar semuanya membaik. Saddil mengaku mengetahui kejadian itu, saat dalam perjalanan menuju Bali untuk bergabung dengan skuad Persib Bandung yang akan berlaga di ajang Dewata Challenge Series 2026.
Eks pemain Sabah FC dan Persela Lamongan itu mengaku kaget dan masih menanti kabar terbaru mengenai kondisi keluarganya di kampung halaman.
“Rumah bapak kebakaran, habis semua dalamnya. Tapi saya belum tahu lebih lanjut bapak bagaimana, semoga mereka baik-baik saja. Saya lagi konfirmasi bagaimana keadaan semuanya soalnya saya arah gabung latihan di Bali sekarang,” kata Saddil dilansir dari bola.com pada Sabtu, 15 Agustus 2026
“Saya minta doa dari semua semoga semuanya membaik,” tuturnya menambahkan.
Saddil yang baru saja menyelesaikan tugas membela Timnas Indonesia di Piala AFF 2026 tersebut berharap musibah ini tidak menggoyahkan fokusnya dan tim dalam bersiap menghadapi kompetisi musim depan.
“Minta doanya juga untuk Saddil dan tim yang sedang persiapan menatap Liga 1 juga kompetisi AFC dan ACC (ASEAN Club Championship),” ucap Saddil.
Iklan oleh Google
Sebelumnya, Kepala Desa Barangka, Jumran, mengonfirmasi bahwa kobaran api pertama kali terlihat membesar dari area dapur panggung di sisi timur bangunan.
“Pemicunya secara pasti belum diketahui, tetapi sumber api awalnya dari bagian dapur sebelah kiri,” kata Jumran saat dikonfirmasi awak media.
Jumran menjelaskan, material dapur yang didominasi papan kayu serta kondisi cuaca terik dan angin kencang membuat api merambat begitu cepat. Hanya dalam kurun waktu sekitar 10 menit, si jago merah telah menghanguskan ruangan utama.
Saat kebakaran terjadi, rumah dalam keadaan kosong. La Pantasi tengah mendampingi anaknya yang lain mengikuti lomba gerak jalan di Desa Guali, Kecamatan Kusambi. Ketiadaan penghuni membuat perabotan dan barang berharga di dalam rumah tak sempat diselamatkan warga.
“Satu-satunya barang yang berhasil diselamatkan dari lokasi kejadian hanyalah satu unit kendaraan mobil yang terparkir di samping rumah dan satu unit sepeda motor milik korban,” ujar Jumran menambah informasi.
Secara terpisah, Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP Muna Barat, La Utu, mengungkapkan armada pemadam langsung meluncur usai menerima laporan pada pukul 16.16 WITA. Namun, besarnya api membuat bangunan utama sulit diselamatkan.
“Saat tim pemadam tiba di lokasi, api sudah merambat ke dalam rumah dan bangunan tidak bisa diselamatkan lagi. Hanya tersisa bagian atap depan saja yang tidak habis terbakar,” terang La Utu.
Meski tidak ada korban jiwa maupun luka-luka, kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Pendataan resmi masih menunggu kondisi pemilik rumah stabil. (Ahmad Odhe/yat)