Banner Nawala Media
Lewati ke konten
Jumat, 2 Oktober 2026 Menulis adalah Bekerja untuk Keabadian

Viral Mahasiswi Jurnalistik UHO Dibully hingga Ingin Berhenti Kuliah, Dekan FISIP Buka Suara

Seorang mahasiswi Jurnalistik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Haluoleo (UHO) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) mengaku menjadi korban perundungan atau bullying di lingkungan kampusnya hingga ingin berhenti kuliah.

Menanggapi kejadian tersebut Pihak Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari melakukan langkah penanganan cepat terkait kasus dugaan perundungan (bullying) yang menimpa salah seorang mahasiswinya hingga viral di media sosial.

Dekan FISIP UHO Prof. Eka Suaib memastikan mahasiswi yang bersangkutan saat ini tetap optimistis dan memutuskan untuk melanjutkan studinya usai melakukan pertemuan dengan jajaran pimpinan fakultas.

“Jadi itu sudah komunikasi kami dari unsur koordinator prodi dengan Wakil Dekan 1 sudah bertemu. Dan alhamdulillah yang bersangkutan tetap semangat untuk melanjutkan kuliahnya,” ujar Prof. Eka Suaib saat dihubungi, Rabu 30 September 2026.

Eka menjelaskan, pihak fakultas telah mengambil langkah penanganan secara psikologis dengan melibatkan Kepala Laboratorium, Koordinator Program Studi, hingga Wakil Dekan 1 untuk mendampingi korban.

Menurutnya, korban yang telah menyelesaikan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tersebut sudah kembali beraktivitas dan mendatangi pihak fakultas di kampus.

“Pihak fakultas hanya ingin memastikan bahwa yang bersangkutan itu adalah tetap optimis untuk mau melanjutkan kuliah. Kita sedapat mungkin memperlakukan yang bersangkutan itu dengan cara-cara yang secara psikologis dapat diterima,” lanjutnya.

Mengenai terduga pelaku perundungan, Eka menyebut pihaknya masih melakukan penelusuran. Sebab, lokasi kejadian berada di ruang terbuka kampus dan korban tidak mengenali para terduga pelaku.

“Pelaku itu memang masih harus ditelusuri karena itu kan kejadiannya di taman. Kemudian yang bersangkutan juga tidak mengenal, sehingga memang harus dicari lagi,” jelas Eka.

Guna mencegah kejadian serupa terulang, jajaran dekanat FISIP UHO telah berkoordinasi dengan Wakil Dekan 3 untuk mengarahkan seluruh lembaga kemahasiswaan mengampanyekan pencegahan bullying di lingkungan kampus.

“Kami juga sudah koordinasi dengan Wakil Dekan 3 agar lembaga-lembaga kemahasiswaan untuk mengampanyekan agar praktik-praktik yang seperti ini itu tidak akan terjadi lagi pada masa-masa yang akan datang,” tambahnya.

Sebelumnya, jagat media sosial dihebohkan oleh curhatan seorang mahasiswi UHO asal Kabupaten Muna melalui akun TikTok “Hay, ini virgo” pada Selasa, 29 September 2026. Dalam unggahannya, ia membagikan foto beserta tangkapan layar percakapan dengan keluarganya yang mengungkapkan rasa lelah akibat kerap menjadi sasaran perundungan.

“Ade z capek… Z capek di buly… Itu mhi z suka pulang di Raha… Z pengen berhenti kuliah…,” tulis mahasiswi tersebut dalam pesan singkatnya.

Ia menceritakan perlakuan kurang menyenangkan yang dialaminya saat sedang duduk di bawah pohon di area kampus. Sejumlah orang yang tidak dikenal diduga sengaja menirukan gerakan tangannya sambil tertawa.

Unggahan tersebut menuai beragam simpati dari warganet yang memberikan dukungan moral agar korban tidak menghentikan kuliahnya, sekaligus mendesak pihak kampus UHO menindak tegas segala bentuk perundungan. (Ahmad Odhe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *