Take a fresh look at your lifestyle.
UHO Kendari

Polisi Amankan CCTV RS Bahteramas Kendari

107

Kasus pencurian obat bius golongan narkotika kembali terjadi di RSUD Bahteramas, Kendari. Kali ini, jumlahnya tak main-main—sebanyak 1.460 ampul obat jenis fentanyl dengan merek fentanex dilaporkan hilang pada Kamis malam, 3 April 2025.

Kapolresta Kendari, Kombes Pol Eko Widiantoro, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan langkah-langkah penyelidikan usai menerima laporan dari rumah sakit.

“Saat ini langkah-langkah yang sudah dilakukan Polresta sudah melakukan olah TKP kemudian pemeriksaan saksi pelapor dan mengamankan CCTV yang ada di TKP,” kata Eko kepada wartawan, Rabu 8 April 2025.

Menurut hasil sementara dari olah TKP, para pelaku diduga masuk dengan cara merusak jendela ruang penyimpanan.

“Jadi untuk para pelaku ini dalam melaksanakan aksinya sesuai hasil olah TKP dia merusak pintu jendela,” jelas eko.

Kasatreskrim Polresta Kendari, AKP Nirwan Fakaubun, membenarkan kejadian tersebut dan menyebutkan bahwa laporan resmi diterima pada Jumat, 4 April 2025. Yang mengejutkan, pencurian ini bukan yang pertama kali terjadi di RS milik Pemprov Sulawesi Tenggara tersebut.

Kasubag Humas RSUD Bahteramas, Titi Rahmatia, mengungkapkan bahwa ini merupakan kejadian ketiga dalam rentang waktu yang sangat dekat.

“Pertama itu hanya percobaan, pelaku merusak pintu tapi tidak sempat mengambil obat. Kejadian kedua terjadi pada 26 Maret 2025, saat itu kami kehilangan 650 ampul fentanyl. Dan yang ketiga, pada 3 April, hilang lagi 1.460 ampul,” jelas Titi.

Dengan kejadian berulang ini, total kehilangan mencapai lebih dari 2.100 ampul obat narkotika dalam waktu kurang dari dua minggu.

Iklan oleh Google

Fentanyl sendiri merupakan obat bius dengan efek sangat kuat dan tergolong narkotika kelas berat. Penyalahgunaannya bisa berakibat fatal bahkan mematikan, sehingga kasus ini mendapat perhatian serius dari aparat kepolisian.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sultra Ir Hugua mengatakan Pemprov Sultra sangat menyayangkan aksi pencurian yang terjadi di rumah sakit provinsi ini.

Terlebih, obat ini termasuk jenis yang tidak bisa di edarkan sembarangan dikarenakan dapat membahayakan jika di gunakan tak sesuai peruntukannya.

“Oleh karenanya pemerintah provinsi (Sultra) pasti serius. Pak gubernur (Andi Sumangerukka) pasti memberi atensi tinggi, terhadap hal ini,” katanya kepada awak media

Ia menyebut dirinya akan melakukan peninjauan dilapangan serta akan memanggil kepala rumah sakitnya serta kepala dinas kesehatan.

“Saya akan tanya kenapa lapisan-lapisan pengamanan bisa jebol dan kenapa hanya obat itu,” ujarnya

Menurutnya, obat-obatan yang hilang ini disinyalir ada keterlibatan orang dalam. Sebab jika pelaku dari luar tidak mungkin mengetahui penyimpanan obat-obatan tersebut.

“Mungkin ada terlibat orang dalam bisa aja tetapi yang menentukan itu polisi, pihak APH. kami hanya menduga-duga aja,” katanya.

“Mudah-mudahan tidak ada keterlibatan orang dalam,” tambahnya. (Ahmad Odhe/yat)

ARTIKEL-ARTIKEL MENARIK NAWALAMEDIA.ID BISA DIAKSES VIA GOOGLE NEWS(GOOGLE BERITA) BERIKUT INI: LINK
Berlangganan Berita via Email
Berlangganan Berita via Email untuk Mendapatkan Semua Artikel Secara Gratis DIkirim ke Email Anda
Anda Dapat Berhenti Subscribe Kapanpun
Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan, ruas (*) wajib diisi