Take a fresh look at your lifestyle.
 

Peristiwa Berdarah Dua Guru di Muna Barat, Satu Meninggal Mengenaskan

5,865

Dua orang Warga Desa Lasosodo Kecamatan Wadaga Kabupaten Muna Barat (Mubar) selisih paham hingga menyebabkan satu orang meninggal dunia.

Keduanya tercatat sebagai guru. Yakni, La Tapaasi (55) PNS, Guru Sekolah Dasar Negeri 4 Wadaga dan La Ode Hardin (47) guru SMP Negeri 2 Wadaga.

Peristiwa berdarah tersebut terjadi pada Minggu 25 September 2022 sekitar pukul 05.30 WITa bertempat di Pasar Kambawuna Lasehao Kelurahan Laimpi Kecamatan Kabawo Kabupaten Muna.

Selisih paham tersebut mengakibatkan pembunuhan terhadap La Tapaasi yang dilakukan oleh La Ode Hardin.

Kapolres Muna, melalui Kasat Reskrim, Iptu Alamsyah Nugraha, membenarkan hal tersebut. Kronologi kejadiannya berawal saat korban mengikuti pelaku dengan menggunakan motor dari Desa Lasosodo Kecamatan Wadaga, Mubar menuju ke Pasar Kambawuna Kelurahan Laimpi kecamatan Kabawo Kabupaten Muna.

Sesampainya di Desa Kafofo Kecamatan Kontukowuna, korban sempat menendang motor yang dikendarai pelaku. Namun saat itu pelaku tidak menghiraukan dan terus mengendari motornya menuju Pasar Kambawuna untuk menjual ayam.

Sesampainya di Pasar Kambawuna pelaku memarkirkan sepeda motornya dan menurunkan ayam, namun tiba-tiba korban datang dan langsung menghampiri pelaku.

Lanjut dia, pelaku menghindar akan tetapi korban terus mengikuti pelaku dan saat pelaku melihat korban menggerakkan tangannya seolah-olah hendak mengambil sesuatu dari badannya, pelaku langsung mencabut parang dan langsung mengayunkan ke arah korban secara berulang kali.

Iklan oleh Google

“Setelah terkena sabetan parang pelaku, korban berusaha lari dan menghindar namun pelaku terus mengejar korban sambil berulang kali mengayunkan parang ke tubuh korban yang mengakibatkan luka pada tubuh korban,” jelasnya melalui rilisnya, Minggu 25 September 2022.

Kasat Reskrim menjelaskan bahwa pelaku merasa terancam dengan datangannya korban sehingga ia pun mencabut parang.

“Dilakukan secara berulang kali dan mengakibatkan beberapa luka robek pada bagian tubuh korban,” katanya.

Akibat pembacokan itu, korban meninggal dunia karena banyak kehilangan darah.

Alamsyah juga menyampaikan bahwa motif kejadian tersebut karena korban merasa cemburu terhadap pelaku yang diduga ada hubungan asmara dengan istri korban sehingga korban tidak terima dan mendatangi pelaku.

Terhadap peristiwa ini, Polres Muna langsung melakukan tindakan dan turun lapangan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan barang bukti satu bilah parang yang digunakan pelaku.

Akibat perbuatannya pelaku diganjar pasal 338 KUHP pasal 351 ayat (3) KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (Pialo/yat)

Koreksi Redaksi : Permintaan maaf karena kesalahan penulisan nama sekolah. (Redaksi) 

ARTIKEL-ARTIKEL MENARIK NAWALAMEDIA.ID BISA DIAKSES VIA GOOGLE NEWS(GOOGLE BERITA) BERIKUT INI: LINK
Berlangganan Berita via Email
Berlangganan Berita via Email untuk Mendapatkan Semua Artikel Secara Gratis DIkirim ke Email Anda
Anda Dapat Berhenti Subscribe Kapanpun
Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan, ruas (*) wajib diisi