Take a fresh look at your lifestyle.
UHO Kendari

Bawa Kuliah Umum di UHO, Mentan Amran Dorong Konsep ‘Triple Helix’ Majukan Pertanian Indonesia

27

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memberikan kuliah umum di hadapan civitas akademika Universitas Haluoleo (UHO) Kendari, Sulawesi Tenggara, pada Sabtu, 6 Juni 2026. Dalam kesempatan tersebut, Amran menekankan pentingnya konsep triple helix demi memajukan sektor pertanian di Indonesia.

Amran menjelaskan bahwa rangkaian kunjungannya ke Kendari kali ini mencakup dua agenda utama. Selain meninjau langsung penyaluran bantuan bibit komoditas perkebunan di Sulawesi Tenggara, ia juga sengaja menyempatkan diri menyambangi kampus untuk menjaring gagasan dari akademisi.

“Pertama adalah kami kunjungan melihat bantuan kakao di Sulawesi Tenggara kurang lebih 38 juta batang. Kemudian ini antara kampus dengan petani harus kolaborasi ” ujar Amran usai mengisi kuliah umum di UHO Kendari.

Menurut Amran, perguruan tinggi merupakan lumbung inovasi dan sumber inspirasi terbaik yang dibutuhkan pemerintah. Ia menilai keterlibatan kampus sangat krusial dalam merumuskan strategi penataan pertanian agar mampu menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia.

“Kita menemukan ide-ide baru dari kampus. Kita diskusi menunggu masukan seperti yang disampaikan tadi ada minyak goreng, ada pengembangan bagaimana mengembangkan pertanian sehingga menjadi tulang punggung ekonomi. Ini kita pentingnya ke kampus. Kita tahu Kampus adalah sumber inspirasi terbaik. Ide-ide terbaik ada di kampus. Kalau negara mau maju, kampus harus diperkuat,” tuturnya.

Iklan oleh Google

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa kemajuan sektor pertanian hanya bisa dicapai melalui sinergi triple helix, yakni kolaborasi erat antara kampus sebagai pencipta ide, pemerintah sebagai regulator yang mengeksekusi kebijakan, dan pengusaha sebagai penggerak industri.

“Nah, ini ide-ide baru itu muncul dari kampus. Kemudian dieksekusi oleh pemerintah sebagai regulator dan pengusaha industri. Jadi itu namanya triple helix. Itulah pentingnya kampus,” ungkapnya

Demi memperkuat sinergi tersebut, Amran menegaskan komitmennya untuk rutin menggelar safari ke berbagai perguruan tinggi di Indonesia di sela-sela kunjungan kerjanya ke daerah. Beberapa kampus yang masuk dalam daftar kunjungannya antara lain Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Hasanuddin (Unhas), hingga Universitas Andalas.

“Setiap kami kunjungan, kami sempatkan masuk kampus. Minimal sharing dengan mahasiswa dan para dosen senior. Dan kami tidak membatasi pertanyaan,” kata Amran.

Ia menambahkan, keterbukaan dalam berdiskusi dengan mahasiswa dan akademisi merupakan bentuk kesiapan pemerintah dalam menerima masukan dari masyarakat.

“Kenapa? Kita kalau mau menjadi negara besar harus siap menerima kritikan konstruktif, tapi jangan fitnah. Nah, itu yang kita lakukan,” pungkasnya. (Ahmad Odhe/yat)

ARTIKEL-ARTIKEL MENARIK NAWALAMEDIA.ID BISA DIAKSES VIA GOOGLE NEWS(GOOGLE BERITA) BERIKUT INI: LINK
Berlangganan Berita via Email
Berlangganan Berita via Email untuk Mendapatkan Semua Artikel Secara Gratis DIkirim ke Email Anda
Anda Dapat Berhenti Subscribe Kapanpun
Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan, ruas (*) wajib diisi