Universitas Halu Oleo Kendari Resmi Kantongi Akreditasi Unggul dari BAN-PT
Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) resmi menetapkan Universitas Halu Oleo (UHO) dengan peringkat akreditasi “Unggul”. Status ini diraih berdasarkan Surat Keputusan Nomor 146/SK/BAN-PT/Ak/PT/V/2026 yang diterbitkan tertanggal 5 Mei 2026.
Melalui keputusan tersebut, UHO berhasil mengantongi nilai total 363. Capaian ini sekaligus menempatkan kampus yang berpusat di Kendari tersebut pada strata tertinggi dalam sistem penjaminan mutu eksternal perguruan tinggi di Indonesia, serta memperkuat posisinya sebagai institusi pendidikan tinggi berkualitas di kawasan Indonesia Timur.
Plt. Rektor UHO, Herman, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas pencapaian ini. Ia menegaskan bahwa status akreditasi tertinggi ini merupakan buah dari kerja keras dan kolaborasi seluruh sivitas akademika, bukan milik perorangan.
“Saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Tim Akreditasi yang telah mencurahkan tenaga dan pikiran sepenuhnya untuk lembaga. Tidak terkecuali juga kepada seluruh dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa,” ujar Herman melalui keterangan tertulis.
Iklan oleh Google
Herman mengingatkan bahwa status akreditasi “Unggul” ini akan berlaku selama lima tahun ke depan. Menurutnya, predikat ini membawa tanggung jawab besar bagi seluruh elemen kampus untuk terus mempertahankan mutu pendidikan.
“Akreditasi Unggul ini berlaku selama 5 tahun, dan menjadi amanah besar yang harus kita jaga bersama,” ungkapnya.
Proses reakreditasi UHO melibatkan evaluasi yang ketat dan menyeluruh dari BAN-PT. Penilaian tersebut mencakup sembilan kriteria utama, mulai dari tata kelola institusi, kualitas sumber daya manusia (SDM), kurikulum, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga capaian luaran akademik.
Skor akhir 363 yang diraih UHO mencerminkan pemenuhan Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-Dikti) secara komprehensif dan konsisten. Hasil ini juga menunjukkan komitmen nyata institusi dalam membangun ekosistem akademik yang bermutu, inklusif, dan berdaya saing tinggi di tingkat nasional. (Ahmad Odhe/yat)
