Fakultas Peternakan UHO Kendari Gelar Seminar Nasional IPTEK II
Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo Kendari menggelar seminar nasional Inovasi Peternakan Teknologi II (Semnas IPTEK II) di salah satu hotel di Kota Kendari, Minggu 20 November 2022.
Pada seminar tersebut mengusung tema “Optimalisasi Integrated Farming System Berbasis Teknologi Peternakan Dalam Menunjang Pemenuhan Protein Hewani Di Era New Normal”.
Kegiatan ini dibuka langsung Rektor UHO, Prof. Dr. Muh. Zamrun Firihu, S.Si., M.Si., M.Sc., dan menghadirkan pembicara kunci, yakni Dirjen PKH, Dr. Ir. Nasrullah, M.Sc., IPU dan Pendiri Perkasa Group, Dr. Ir. Audy Joynaldy, S.Pt., M.Sc., M.M., IPM., ASEAN, Eng.
Rektor UHO, Prof Muhammad Zamrun mengatakan, UHO terus berusaha memberikan layanan pendidikan bagi masyarakat di Indonesia, khususnya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat Sulawesi Tenggara (Sultra). Serta berupaya melakukan berbagai program-program tridharma perguruan tinggi.
“Tentu saja, di dalam programnya UHO terus berupaya dan berinovasi dalam implementasi program pelaksanaan tridharma perguruan tinggi, salah satunya dengan diseminasi hasil-hasil pembelajaran, hasil penelitian maupun hasil pengabdian kepada masyarakat,” kata Prof Zamrun, Minggu,20 November 2022.
Lebih lanjut, dengan pelaksanaan seminar tersebut para ilmuwan atau lembaga-lembaga penelitian dapat saling berbagi sehingga hubungan baik antar-perguruan tinggi baik swasta, perguruan tinggi negeri maupun luar negeri selalu berjalan.
Iklan oleh Google

“Saya juga berharap dengan kegiatan seminar dapat membuka wawasan seluruh dosen maupun mahasiswa UHO. Sehingga mereka dapat mengetahui ide-ide terbaru serta inovasi terbaru di bidang ilmunya masing-masing dan bisa dikembangkan kemudian nantinya,” ungkapnya.
Sementara itu, Dekan Peternakan UHO, Dr. Ir. Ali Bain mengatakan, tujuan pelaksanaan seminar ini untuk mempertemukan para peneliti dan praktisi agar hasil-hasil riset yang telah dilakukan dapat dipaparkan di kegiatan ini.
“Jadi kegiatan ini merupakan bersifat nasional yang dilakukan 2 tahun sekali yang selalu diselingi dengan seminar nasional untuk mempertemukan hasil riset dari inovasi praktisi para ilmuwan, dosen serta para lembaga penelitian sehingga bisa disharing apa yang didapat para ilmuwan,” katanya.
Tentu, lanjut dia, dengan hal tersebut ke depannya para peneliti bisa membangun kolaborasi riset maupun projek yang berkaitan dengan pengembangan peternakan baik yang ada di Sultra ataupun secara nasional.
“Tentunya, tentang berbagai hal yang sudah dilakukan terkait dengan integreted faming dalam rangka perkembangan peternakan untuk percepatan kebutuhan daging dan protein nasional,” imbuhnya.
Untuk diketahui kegiatan tersebut diikuti 21 perguruan tinggi di Indonesia serta lembaga penelitian. (Ahmad Odhe/yat)
