Take a fresh look at your lifestyle.
UHO Kendari

Batalnya Sepak Bola Sultra Berlaga ke Pra-PON karena KONI Alihkan Anggaran ke Cabor Lain

1,671

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulawesi Tenggara (Sultra) angkat bicara terkait batalnya tim sepak bola Sultra untuk berlaga di Pra Pekan Olahraga Nasional (PON) di Gorontalo.

KONI Sultra menyebut terbatasnya anggaran untuk cabang olahraga (Cabor) sepak bola dikarenakan sebagian anggaran sudah dialokasikan di cabor lain.

“Kami sudah berikan tapi ditolak karena tidak cukup, karena sudah teralokasikan ini anggaran-anggaran,” kata Sekretaris Umum KONI Sultra Elvis Basri Uno saat ditemui di Kantor KONI Sultra, Kamis, 19 Oktober 2023.

Ia mengatakan seharusnya PSSI Sultra melakukan komunikasi dari awal untuk anggaran tersebut. Karena kata dia, sebelum-sebelumnya, banyak cabor-cabor lain komunikasi dari awal.

“Jadi kita awalnya menganggap bahwa kurang kooperatif juga untuk membangun komunikasi,” ujarnya.

Sementara itu saat ditanya terkait anggaran yang diberikan terhadap tenis lapangan yang dianggap sangat besar, Ketua KONI Sultra Alfian Taufan Putra enggan banyak komentar. Ia berdalih tidak etis menjawab hal tersebut.

“Dengan yang bersangkutan tidak etis kita bahas di sini,” katanya.

Sebelumnya Tim sepak bola Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) membatalkan diri untuk mengikuti seleksi Pra Pekan Olahraga Nasional (PON) di Provinsi Gorontalo.

Ketua Asprov PSSI Sultra Muhammad Zamrun Firihu mengatakan batalnya keberangkatan tim sepak bola Sultra untuk ikut di ajang tersebut dikarenakan adanya keterbatasan anggaran dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sultra.

“Persiapan kita tuntas tim kita sudah bentuk, kemudian TC (training center) sudah selesai, mungkin karena di KONI kekurangan dana sehingga kami tidak bisa berangkatkan,” kata Prof Zamrun saat ditemui di Auditorium UHO Kendari, Rabu 18 Oktober 2023.

Kata Zamrun, pihaknya saat itu sudah melakukan seleksi, mulai dari daratan hingga kepulauan dengan menghasilkan 30 pemain dari berbagai daerah.

Ia melanjutkan dari 30 pemain tersebut, pihaknya kembali melakukan seleksi di Kota Kendari dengan menghasilkan 23 pemain.

Iklan oleh Google

“Jadi pada intinya kita di Asprov PSSI Sultra sudah melaksanakan tugas dan tanggung jawab kami. Timnya sudah terbentuk mulai dari tim pemain hingga tim pelatih kita tinggal berangkat saja,” lanjutnya.

Rektor UHO itu mengungkapkan, pihaknya sudah memasukkan proposal di KONI Sultra. Akan tetapi, lanjut Zamrun, pihak KONI memberikan jawaban tidak sesuai keinginan Asprov PSSI Sultra.

Sehingga dengan hal tersebut membatalkan tim sepak bola Sultra untuk mengikuti kualifikasi PON tersebut.

Selain itu juga, Zamrun menerangkan dari kegiatan selesai hingga training center (TC) dianggarkan oleh Asprov PSSI Sultra.

“Yang kami minta dari KONI itu biaya untuk mengikuti seleksi pra PON,” terangnya.

Prof Zamrun mengingatkan KONI Sultra agar menghitung betul kebutuhan semua cabor dan tidak menyamakan cabor satu dengan yang lainnya.

“Jadi ke depannya KONI itu agar menginventarisir dan merencanakan betul biaya percabangan olahraga itu sehingga tidak ada tumpang tindih nantinya,” tegas Zamrun.

Di tempat yang berbeda Sekretaris PSSI Sultra Jasman Harun mengatakan kepastian batalnya tim Sultra ikut serta pada ajang itu karena keterbatasan anggaran yang berikan oleh KONI Sultra hanya senilai Rp25 juta.

“Anggaran yang diberikan oleh hanya Rp25 juta, dan kami anggap ini penghinaan bagi PSSI, karena ini sudah tidak masuk akal,” kata Jasman saat dikonfirmasi awak media.

PSSI Sulawesi Tenggara juga telah berkoordinasi dengan PSSI Pusat untuk menghindari sanksi karena tidak ikut serta dalam ajang Pra Kualifikasi PON di Gorontalo.

“PSSI Pusat minta untuk menghindari sanksi kami harus memberikan alasan bukan keinginan Asprov tapi karena alasan keterbatasan anggaran dari KONI Sultra,” ungkapnya.

(Ahmad Odhe/yat)

ARTIKEL-ARTIKEL MENARIK NAWALAMEDIA.ID BISA DIAKSES VIA GOOGLE NEWS(GOOGLE BERITA) BERIKUT INI: LINK
Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan, ruas (*) wajib diisi