Banner Nawala Media
Lewati ke konten
Senin, 31 Agustus 2026 Menulis adalah Bekerja untuk Keabadian

Warondo FC Juara Setelah Nihi FC Walk Out di Partai Final Sepak Bola Se-Kecamatan Sawerigadi

Partai final turnamen sepak bola yang mempertemukan Warondo Family FC melawan Nihi FC berlangsung sengit dan penuh tensi.

Kedua tim menampilkan permainan menyerang sejak peluit awal dibunyikan, disaksikan ratusan penonton yang memadati arena pertandingan.

Nihi FC berhasil unggul lebih dahulu setelah memanfaatkan kelengahan lini pertahanan Warondo Family FC. Tertinggal satu gol, Warondo Family FC meningkatkan intensitas serangan dan terus menekan pertahanan lawan.

Upaya tersebut membuahkan hasil menjelang berakhirnya babak pertama. Melalui skema serangan dari sisi lapangan, Marven sukses mencetak gol penyeimbang lewat sundulan terarah yang gagal diantisipasi penjaga gawang Nihi FC. Skor pun berubah menjadi 1-1 dan bertahan hingga turun minum.

Namun, setelah gol penyama kedudukan tersebut, pertandingan di babak kedua tidak dapat dilanjutkan sebagaimana mestinya. Tim Nihi FC mengajukan protes dan menyatakan keberatan terhadap jalannya pertandingan.

Panitia pelaksana kemudian memfasilitasi dialog serta duduk bersama yang melibatkan manajer, kapten kedua tim, dan unsur panitia guna mencari solusi terbaik.

Meski berbagai upaya mediasi telah dilakukan untuk menjaga kelangsungan pertandingan dan menjunjung tinggi nilai sportivitas, pihak Nihi FC akhirnya memutuskan tidak melanjutkan pertandingan.

Pantauan media Aksakata.Id Dalam forum tersebut, Nihi FC secara resmi menyatakan diri tidak mau melanjutkan pertandingan dan mengundurkan diri atau walk out (WO) dari laga final.

Maka, otomatis dengan keputusan tersebut, panitia pelaksana menetapkan Warondo Family FC sebagai pemenang sesuai ketentuan dan regulasi turnamen yang berlaku.

“Sayangnya babak kedua tidak dapat dilanjutkan. Tim Desa Nihi mengajukan protes terhadap keputusan wasit dan memilih meninggalkan lapangan sebelum pertandingan berakhir,” ucap Panitia yang enggan disebutkan namannya.

“Mengacu pada aturan pertandingan yang telah disepakati, panitia memutuskan bahwa Desa Nihi dinyatakan kalah karena meninggalkan lapangan. Dengan demikian, Desa Ondoke ditetapkan sebagai Juara 1 Turnamen Sepak Bola Kaki HUT RI ke-81 Tingkat Kecamatan Sawerigadi,” sambung dia.

Pelatih Warondo Family FC, La Ode Muhammad Karman, menyampaikan bahwa sepak bola sejatinya mengajarkan sportivitas, persaudaraan, dan penghormatan terhadap aturan yang telah disepakati bersama.

Ia berharap seluruh pihak dapat mengambil hikmah dari peristiwa tersebut serta terus menjaga semangat kebersamaan dalam setiap kompetisi olahraga.

“Sepak bola bukan hanya tentang menang atau kalah, tetapi juga tentang bagaimana kita menghormati aturan, menghargai lawan, dan menjaga persaudaraan. Semoga kejadian ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak agar kompetisi ke depan semakin dewasa dan sportif,” ujarnya.

Turnamen ini diharapkan tetap menjadi ajang pemersatu masyarakat sekaligus wadah pembinaan talenta-talenta sepak bola daerah yang menjunjung tinggi fair play dan semangat olahraga. (Rilis/yat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *