Oknum TNI Diduga Hentikan Aktivitas Tambang di Marombo Tanpa Alasan Jelas
Beberapa oknum Tentara Nasional Indonesia (TNI) Kodim 1430 Konawe Utara (Konut) memberhentikan sementara aktivitas pertambangan yang berada di Blok Mandiodo, Jumat 19 Mei 2023.
Seorang karyawan PT. Tristaco, Rizki mengatakan, pemberhentian aktivitas pertambangan oleh oknum TNI tidak diketahui penyebabnya.
“Menghentikan aktivitas pertambangan di terminal umum dan bukan tersus tanpa diketahui sebabnya,” ujarnya, Sabtu 20 Mei 2023.
Ia juga mengungkapkan, pertambangan dapat berjalan kembali apabila para penambang sudah menghubungi Dandim Konawe Utara atau Danrem 143 Haluoleo Kendari.
“Alasan anak buahnya yang diperintahkan katanya pihak pemilik IUP harus menghubungi dulu pihak Danrem dan Dandim baru bisa melanjutkan aktivitasnya,” tuturnya.
Iklan oleh Google
Di tempat berbeda Dandim 1430 Konut, Letkol Sofyan membenarkan adanya personel yang mendatangi sejumlah lokasi perusahaan tambang di wilayah Marombo.
Namun Dandim menyebut, penghentian itu terpaksa dilakukan karena nama dirinya dan Dandim kerap dicatut.
“Kedatangan mereka untuk memastikan para penambang ini tidak mencatut nama Dandim dan Danrem saat beraktivitas,” jelasnya, pada Sabtu 20 Mei 2023.
Sofyan juga menjelaskan nama dirinya dan Danrem kerap digunakan oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab untuk kepentingan pribadi dengan alasan koordinasi, padahal hal itu tidak pernah dilakukan dengan mengatasnamakan Dandim dan Danrem.
“Nama Danrem dicatut sementara kita tidak pernah tahu apa-apa, kami mau tahu saja yang sebenarnya seperti apa, sebab hal itu bisa merusak nama baik saya dan Danrem,” pungkasnya.
Dari informasi yang dihimpun penghentian aktivitas pertambangan dilakukan di sejumlah perusahaan diantaranya di IUP OP PT. Tristaco dan CV. Unaaha Bhakti Pratama yang berada di Kecamatan Marombo, Konawe Utara. (Ahmad Odhe/yat)
