Tokoh Pemekaran Mubar : Polemik Penulisan Sejarah di Luar Forum Tak Lahirkan Solusi
Tokoh Pemekaran Kabupaten Muna Barat (Mubar) La Nika, ikut menanggapi berbagai polemik yang terjadi di kalangan masyarakat terkait penulisan naskah sejarah perjuangan lahirnya kabupaten Mubar.
Menurutnya, diskusi yang terbangun selama ini di kalangan masyarakat tentang penulisan lahirnya Mubar tidak akan melahirkan solusi jika didiskusikan di luar forum.
Ia berharap, para tokoh yang merasa memiliki peran dalam lahirnya Mubar hadir bersama-sama untuk mencapai satu pandangan sehingga tidak ada yang merasa diabaikan dalam naskah sejarah perjuangan pemekaran.
“Perbedaan-perbedaan tadi maunya langsung masuk dan bergabung di sini. Kalau bicara di luar terus kapan masuknya. Makanya saya tadi baru tahu tapi saya hadir. Artinya dimasukan atau tidak tapi secara konseptual saya juga ada keterlibatan dan kebetulan saya ketua Pokja di DPRD Muna pada saat itu,” terangnya saat ditemui di Aula islamic center lembaga adat, Desa Warondo, Sabtu 2 Juli 2022.
Staf ahli Bupati Muna ini juga menyampaikan, perumusan sejarah ini diinisiasi untuk menuju pada persamaan presepsi. Tapi persamaan itu biasanya selalu berawal dari perbedaan.
“Jadi saya kira subtansinya ini penting, karena di manapun pasti ada sejarahnya. Tidak perlu dipolemikkan,” imbuhnya.
Iklan oleh Google
Sementara itu, La Ode Andi Muna, selaku penggagas perumusan naskah sejarah lahirnya DOB Mubar menyampaikan bahwa perumusan sejarah ini karena Mubar adalah daerah otonomi baru. Tentu tidak ada begitu saja tapi memerlukan perjuangan dengan proses yang panjang.
“Sehingga perlu disampaikan kepada masyarakat dan generasi muda supaya dipahami bahwa daerah ini lahir karena perjuangan,” katanya.
Perumusan naskah sejarah yang digelar ini sengaja dilakukan karena memang sudah sejak mekar sejarah itu belum dibacakan.
“Yang dibacakan itu adalah cerita pemerintahan. Karena pentingnya sejarah maka coba melakukan perumusan awal setelah itu kita akan sampaikan melalui asisten satu supaya kemudian sejarah ini bisa disempurnakan dan dibacakan setiap tahun,” jelas Andi Muna.
Lebih lanjut, Andi Muna juga mengaku, pertemuan perumusan sejarah ini merupakan pertemuan awal dan akan dilanjutkan sampai pada tahap final.
“Nanti kita agendakan lagi yang penting konsep dasarnya sudah ada,” pungkasnya. (Pialo/yat)
