Take a fresh look at your lifestyle.

Sajikan Jagung Tua, Menu Makan Bergizi Gratis di SDN 78 Kendari Diprotes Orang Tua

18

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 78 Kendari, Sulawesi Tenggara, menuai kritik tajam dari orang tua siswa. Pasalnya, menu yang dibagikan pada Kamis (8/1) dinilai tidak layak konsumsi bagi anak-anak lantaran menyajikan jagung tua yang bertekstur keras hingga sebagian murid tidak mengonsumsinya.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan penyajian biasanya yang menyertakan nasi sebagai sumber karbohidrat utama lengkap dengan lauk-pauk pendamping.

Salah satu orang tua siswa yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku kecewa dengan perubahan mendadak tersebut. Ia menilai pihak penyelenggara tidak mempertimbangkan faktor usia siswa saat menyusun menu.

Dia menyatakan harusnya pihak sekolah harus menyampaikan langsung ke murid atau orang tuanya jika ada makanan yang disajikan tersebut.

“Kalau memang betul, harusnya disesuaikan dengan usianya yang mau makan. Anak saya kelas 1 SD, dia mengeluh tidak makan karena (jagungnya) keras,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kamis (8/1).

Iklan oleh Google

Kata dia, kualitas menu MBG di sekolah tersebut mengalami penurunan. Mereka menyebutkan bahwa pada tahap awal pelaksanaan program, sajian makanan yang diberikan sudah cukup baik dan memenuhi standar.

“Sebelumnya bagus, tapi kenapa sekarang jadi seperti itu,” ungkapnya.

Berdasarkan informasi yang didapatkannya dari pihak sekolah, perubahan menu tersebut diklaim sebagai instruksi langsung dari pusat. Kabarnya, terdapat arahan untuk menyisipkan kearifan lokal atau makan tradisional dalam program MBG.

“Katanya ada edaran dari Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Republik Indonesia (BGN RI) untuk hari ini pembagian MBG itu pakai menu tradisional,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih berupaya meminta klarifikasi resmi dari perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN) RI maupun Dinas Pendidikan setempat terkait standar operasional prosedur (SOP) penyajian menu tradisional agar tetap memperhatikan unsur kecukupan gizi dan kelayakan konsumsi bagi anak usia dini.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang di dapatkan media ini, menu pangan lokal pada hari pertama distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2026 harus dilaksanakan. Pelaksanaan ini menyesuaikan dengan Surat Edaran Nomor 1 Tahun 2026​ tentang pelaksanaan MBG berbasis pangan lokal. (Ahmad Odhe/yat)

ARTIKEL-ARTIKEL MENARIK NAWALAMEDIA.ID BISA DIAKSES VIA GOOGLE NEWS(GOOGLE BERITA) BERIKUT INI: LINK
Berlangganan Berita via Email
Berlangganan Berita via Email untuk Mendapatkan Semua Artikel Secara Gratis DIkirim ke Email Anda
Anda Dapat Berhenti Subscribe Kapanpun
Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan, ruas (*) wajib diisi