Take a fresh look at your lifestyle.
UHO Kendari

Peringati Hari Bhakti Adhyaksa ke-63, Kejati Sultra Gelar Seminar di UHO Kendari

80

Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar seminar memperingati Hari Bhakti Adhyaksa ke-63 dengan tema optimalisasi kewenangan kejaksaan dalam penanganan perkara yang merugikan keuangan negara dan merugikan perekonomian negara di Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Kamis 13 Juli 2023.

Kajati Sultra Dr Patris Yusrian mengatakan tema seminar yang diangkat merupakan ajang urung rembuk antara praktisi serta akademisi, baik praktisi kejaksaan, pengadilan maupun dari penasehat hukum dalam pengusutan setiap kasus-kasus korupsi.

“Forum ini sebagai urung rembuk untuk mencari solusi serta mengidentifikasi kendala-kendala yang mungkin terjadi dalam proses pelaksanaan kewenangan di kejaksaan,” kata Kajati Sultra kepada awak media.

Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar seminar memperingati Hari Bhakti Adhyaksa ke-63 di UHO Kendari. (Istimewa)

 

Sementara itu Rektor Universitas Halu Oleo Kendari Prof Muhammad Zamrun Firihu mengapresiasi adanya kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan itu merupakan salah untuk bahan kajian di UHO Kendari

“Saya kira topiknya sangat luar biasa sekali dan itu bisa menjadi bahan kajian bagi mahasiswa atau pun dosen di UHO,” katanya saat ditemui.

Iklan oleh Google

Selain itu, Prof Zamrun mengungkapkan pihaknya siap mendukung kejaksaan dalam pengusutan semua kasus korupsi.

Alumnus Jepang itu menerangkan dalam membantu Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara, pihaknya akan menyediakan akademisi yang bisa menjadi para ahli dalam proses pembuktian di pengadilan nanti.

Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar seminar memperingati Hari Bhakti Adhyaksa ke-63 di UHO Kendari. (Istimewa)

 

“Nanti kita sesuaikan dengan ahli-ahli yang dibutuhkan oleh jaksa ataupun oleh siapa saja kita sediakan. Mau minta ahli apa di UHO semua ada,” tuturnya.

Lebih lanjut Prof Zamrun mengatakan pihaknya siap membantu kejaksaan untuk menghitung kerugian negara dalam sebuah kasus tindak pidana korupsi.

“Kalau dari sumber daya alamnya kita punya orang biologi kita punya orang pertanian, ekonomi, pertambangan. Jadi nanti tergantung, kira-kira apa yang dihitung InsyaAllah kami bisa hitung yang penting sesuai dengan data dan fakta di lapangan,” pungkasnya. (Ahmad Odhe/yat)

ARTIKEL-ARTIKEL MENARIK NAWALAMEDIA.ID BISA DIAKSES VIA GOOGLE NEWS(GOOGLE BERITA) BERIKUT INI: LINK
Berlangganan Berita via Email
Berlangganan Berita via Email untuk Mendapatkan Semua Artikel Secara Gratis DIkirim ke Email Anda
Anda Dapat Berhenti Subscribe Kapanpun
Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan, ruas (*) wajib diisi