Gerakan Pangan Murah di Mubar, Masyarakat Miskin Dapat Subsidi Sembako 23 Persen
Pemerintah Daerah Kabupaten Muna Barat (Mubar) meluncurkan program gerakan pangan murah bersubsidi bagi masyarakat miskin. Gerakan pangan murah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas pasokan harga pangan jelang hari raya Iduladha tahun 2024.
Penjabat (Pj) Mubar La Ode Butolo mengatakan, saat ini kita menghadapi inflasi, karena kondisi harga bahan pokok yang tidak stabil dan harga cenderung terus naik.
“Ini dipengaruhi oleh beberapa faktor di antaranya adalah pengaruh geo politik dunia dan penurunan luas panen akibat cuaca yang sulit diprediksi,” jelasnya.
Gerakan pangan murah ini dilakukan dengan mengacu pada UU Nomor 18 tahun 2012 tentang pangan bahwa pemerintah berkewajiban melakukan melakukan stabilitasi pasokan dan harga pangan. Selain itu, gerakan pangan murah ini juga dalam rangka menindaklanjuti arahan presiden RI, agar selalu memantau pergerakan inflasi di daerah.
“Selain program gerakan pangan murah kita juga melakukan beberapa langkah yaitu operasi sidak pasar, fasilitasi pembentukan rumah pangan (RPK), dan melakukan gerakan pangan murah,” kata Butolo.
Iklan oleh Google
Di tempat yang sama Kepala Dinas Ketahanan Pangan, La Ode Aka mengatakan, gerakan pangan murah ini hanya menyasar masyarakat dengan kategori miskin, miskin ekstrim dan berisiko stunting. Data penerima tersebut diambil dari pemerintah desa.
“Tidak seluruh masyarakat dapat, tetapi berdasarkan data dari pemerintah desa,” ujarnya.
La Ode Aka juga mengaku bahwa paket pangan murah tersebut terdiri dari 10 kilogram beras premium, minyak goreng bimoli per liter, dan gula per kilogram.
Total harga dari paket sembako tersebut sebanyak Rp188 ribu lebih.
“Dari total harga tersebut, Pemda Mubar memberikan subsidi sebesar 23 persen, sehingga total paket sembako yang dibayar oleh masyarakat miskin hanya sebesar Rp139.500, dalam satu paket,” terangnya.
Gerakan pangan murah bersubsidi tersebut dilaksanakan di tiga wilayah besar Muna Barat yaitu Lawa Raya, Kusambi Raya, dan Tiworo Raya dengan menyiapkan 2.400 paket untuk tiga wilayah besar, terdiri dari 636 paket untuk Lawa Raya, 760 paket untuk Kusambi Raya, dan 1.004 paket untuk Tiworo Raya. (Ahmad Odhe/yat)
