Upaya Pj Bupati Mubar Tekan Inflasi melalui Peningkatan Produksi Pangan Lokal
Penjabat (Pj) Bupati Muna Barat (Mubar) Dr Bahri, turun lapangan meninjau lokasi pertanian sekaligus melakukan panen raya bersama masyarakat petani sawah di Desa Wulanga Jaya kecamatan Tiworo Kepulauan.
Panen raya padi sawah serentak tersebut seluas 50 hektare dari 180 hektare sawah. Varietas padi yang ditanam adalah jenis padi Sentana. Dalam kondisi optimal produksinya bisa mencapai 4 – 4,5 ton gabah kering per hektare.
“Langkah ini kita lakukan untuk mewujudkan komitmen dalam hal memastikan hasil produksi petani untuk menjaga ketahanan pangan lokal di Mubar,” jelas Bahri.
Dalam kunjungan tersebut, Bahri, menyampaikan bahwa di tengah laju inflasi kontribusi petani dalam mendukung ketahanan pangan lokal sangat dibutuhkan. Olehnya itu, melalui Dinas Pertanian, ia mendorong minat generasi muda untuk terus menanam padi dan menekan risiko gagal panen.
“Kegiatan panen ini dilakukan dalam upaya mengontrol stok pangan daerah dan pengendalian inflasi daerah. Dimana dalam waktu dua bulan terakhir ini terus mengalami kenaikan. Untuk itu kita dorong petani milenial untuk terus menanam padi dan menekan risiko gagal panen,” katanya.
Iklan oleh Google
Direktur Perencanaan Keuangan Daerah Kemendagri ini mendorong dinas terkait untuk memastikan hasil produksi petani dengan mengembangkan teknologi benih unggul, mekanisasi manajemen pengelolaan air.
Selain itu Pemda juga berupaya memastikan lahan persawahan tetap terlindungi, seperti perbaikan bendungan dan perbaikan saluran irigasi. Langkah ini dilakukan untuk mewujudkan Mubar sebagai lumbung pangan di Sulawesi Tenggara.
“Untuk menunjang hal tersebut maka kita juga melakukan penyuluhan dan pembinaan serta memberikan berbagai bantuan kepada petani berupa bibit, pupuk dan obatan-obatan tanaman serta melakukan program pembukaan lahan baru untuk mengimbangi pengurangan lahan akibat alih fungsi,” jelasnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Mubar, Nestor Jono mengaku, luas lahan persawahan di Desa Wulanga Jaya adalah 155 hektare sedangkan lahan yang siap dipanen minggu ini seluas 79 hektare.
Kata Jono, dalam hal pengendalian inflasi, pihaknya akan berkordinasi dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) untuk memastikan petani lokal memperoleh harga yang baik untuk komoditas pertanian yang mereka panen.
“Memang petani kita dituntut berinovasi untuk menjaga inflasi. Selain stabilitas harga, kesejahteraan petani juga wajib diperhatikan dan tidak lupa memberikan nilai tambah bagi perekonomian. Jangan sampai inflasi terjaga tetapi petani justru tambah miskin,” pungkasnya. (Pialo/yat)
