Banner Nawala Media
Lewati ke konten
Sabtu, 12 September 2026 Menulis adalah Bekerja untuk Keabadian

Tiga Calon Rektor UHO Kendari Jalani Tahap Wawancara dari Kementerian

Tiga calon Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari rampung menjalani tahapan wawancara oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Sainstek). Proses ini menjadi bagian penting sebelum melangkah ke tahap pemilihan definitif.

Hal tersebut diungkapkan Pelaksana Tugas (Plt) Rektor UHO, Prof Khairul Munadi, di Gedung Auditorium Mokodompit UHO, pada Sabtu, 12 September 2026.

“Saya tidak tahu nanti siapa yang mendapatkan amanah untuk menindaklanjutinya. Karena barangkali dalam waktu dekat artinya akan dilakukan pemilihan rektor definitif. Karena sebagai informasi, para calon rektor kemarin sudah diwawancarai oleh Menteri,” kata Khairul dalam sambutannya di kegiatan acara puncak Dies Natalis ke-45 Universitas Haluoleo.

Namun mengenai hasil dan jalannya tahap wawancara tersebut, Khairul mengungkapkan belum mengetahuinya.

“Saya tidak tahu hasilnya, tidak tahu bagaimana jalannya,” ujarnya.
Diketahui, Senat UHO telah menggelar tahap penyaringan yang menyisakan tiga nama teratas. Ketiganya resmi melenggang ke tahapan akhir, yakni, Prof. Dr. Ida Usman, S.Si., M.Si. (15 suara), Prof. Dr. Takdir Saili, M.Si. (11 suara) dan Dr. Herman, S.H., LL.M. (10 suara)
Sementara itu, tujuh bakal calon lainnya dinyatakan gugur setelah meraih suara di bawah posisi tiga besar. Mereka adalah Prof. Dr. Edy Karno (5 suara), Prof. Dr. Ruslin (3 suara), Prof. Dr. La Ode Santiaji Bande (2 suara), dan Prof. Dr. Yusuf Sabilu (1 suara). Tiga nama lain, yakni Dr. Baru Sadarun, Prof. Ma’ruf Kasim, dan Dr. Muliddin, tidak memperoleh suara.
Ketua Senat UHO, Prof Jamili, menjelaskan penetapan rektor terpilih nantinya ditentukan oleh gabungan suara Senat UHO dan pihak kementerian. Senat memegang porsi terbesar dengan 65 persen suara, sementara kementerian memiliki 35 persen suara.

“Proses pemilihannya sama, hanya bedanya ada dua gerbong besar ialah Senat dan kementerian. Senat itu diberi hak 65 persen, menteri 35 persen. Jadi suara menteri sekitar 26 (suara) ditambah 49 anggota Senat,” ujar Jamili.

Guna memastikan integritas para kandidat, Senat UHO juga menggandeng Inspektorat Jenderal (Itjen) untuk melakukan penelusuran rekam jejak (track record) terhadap tiga calon rektor tersebut sebelum pemungutan suara akhir digelar. (Ahmad Odhe/yat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *