Banner Nawala Media
Take a fresh look at your lifestyle.

Polisi Gagalkan Niat Wanita di Kendari yang Hendak Akhiri Hidup di Jembatan

11

Tim Perintis Presisi Dit Samapta Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) berhasil menggagalkan aksi nekat seorang ibu rumah tangga di Kota Kendari yang berniat mengakhiri hidupnya di Jembatan Teluk Kendari, Jumat, 14 Agustus 2026 dini hari.

Insiden tersebut terungkap usai korban menghubungi pihak kepolisian melalui pesan singkat aplikasi WhatsApp dalam kondisi histeris dan menangis.
Komandan Tim (Dantim) Perintis Presisi Dit Samapta Polda Sultra, Bripka Boy Sagita, menceritakan awal mula pihaknya menerima laporan dari wanita yang diketahui memiliki tiga orang anak tersebut.

“Sekira pukul 03.20 WITA, kami mendapat panggilan via WA dari seorang wanita yang belakangan kami ketahui seorang ibu rumah tangga dengan tiga orang anak di Kota Kendari,” ujar Boy saat dikonfirmasi, Jumat.

Iklan oleh Google

“Wanita tersebut sambil menangis meminta kepada kami untuk mengambil sepeda motor miliknya dan mengantarkannya kepada suaminya, sebab wanita tersebut berencana bunuh diri di Jembatan Teluk Kendari,” lanjutnya.
Mendengar laporan darurat tersebut, petugas bergerak cepat dengan mencoba menenangkan korban dan membujuknya untuk bertemu langsung. Kedua pihak akhirnya sepakat untuk bertemu di Halte SMPN 1 Kendari.
Untuk memberikan rasa aman dan pendekatan yang lebih persuasif, personel Polisi Wanita (Polwan) dikerahkan untuk mendampingi korban.

“Setelah kami bertemu, melalui Polisi Wanita kami mencoba menenangkannya sambil merayu agar wanita tersebut bercerita. Sambil terisak-isak wanita tersebut menceritakan masalahnya kepada kami,” ungkap Boy.
Proses negosiasi dan pendampingan psikologis berjalan cukup alot selama satu jam. Petugas berupaya meyakinkan korban agar membatalkan niatnya dan menawarkan jalan keluar melalui mediasi masalah keluarga.

“Setelah sejam kami yakinkan untuk kembali ke rumah dan akan memediasi persoalan tersebut, wanita tersebut akhirnya luluh dan mau kembali ke rumahnya,” kata Boy.
Sekitar pukul 04.30 WITA, petugas mengantar korban tiba di rumah kediamannya dan disambut langsung oleh sang suami. Pihak kepolisian kemudian memediasi konflik rumah tangga tersebut serta memberikan imbauan agar hubungan keluarga dapat kembali harmonis.

“Momen tersebut langsung kami eratkan kembali dan mencoba memberikan imbauan kepada keluarga tersebut. Setelah clear, kami pun meninggalkan rumah tersebut. Mudah-mudahan kejadian serupa tidak terulang lagi di kemudian hari,” pungkasnya. (Ahmad Odhe/yat)

ARTIKEL-ARTIKEL MENARIK NAWALAMEDIA.ID BISA DIAKSES VIA GOOGLE NEWS(GOOGLE BERITA) BERIKUT INI: LINK
Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan, ruas (*) wajib diisi