Take a fresh look at your lifestyle.
UHO Kendari

Silaturahmi Suku Muna Cetak Rekor Dunia Lewat Sajian 1.228 Dulang Adat di Sultra

16

Masyarakat Suku Muna yang tergabung dalam Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra) berhasil memecahkan rekor dunia usai menyajikan sebanyak 1.228 dulang dalam satu rangkaian acara adat. Capaian tersebut melampaui target awal panitia sebanyak 1.200 dulang dan resmi tercatat dalam Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).

Senior Manager MURI, Triyono, menyatakan keputusan tersebut diambil setelah tim melakukan proses verifikasi sejak pagi hari di lokasi kegiatan, Lapangan Eks MTQ Kota Kendari, Minggu, 19 Juli 2026
“Panitia menyampaikan rencana menghadirkan 1.200 dulang. Setelah kami lakukan verifikasi, jumlah yang kami temukan mencapai 1.228 dulang. Melihat keseluruhan rangkaian kegiatan, MURI memutuskan bahwa pencapaian ini dicatat sebagai rekor dunia,” ujar Triyono.

Dalam tradisi masyarakat Muna, dulang atau tala merupakan nampan besar yang digunakan untuk menyajikan aneka hidangan pada upacara adat. Isi dulang disusun secara rapi dengan berbagai makanan dan kue tradisional, seperti lapa-lapa, ayam kandara, nasi ketan, telur, pisang raja, wajik, cucur, hingga onde-onde.

Triyono menilai agenda ini bukan sekadar memecahkan rekor, melainkan membawa pesan kuat tentang pentingnya menjaga nilai kekeluargaan dan budaya di tengah gempuran era digital.
“Masyarakat Muna mengajarkan bahwa dulang bukan sekadar wadah makanan, melainkan simbol kebersamaan, doa, dan rasa syukur,” tuturnya.

Iklan oleh Google

Sementara itu, Ketua KKMM Sultra, Laode Darwin, menambahkan bahwa filosofi dulang memiliki makna mendalam sebagai pemersatu dari berbagai kepentingan masyarakat Muna. Hal ini tercermin dari satu dulang sajian makanan yang dapat dinikmati oleh 10 hingga 20 orang.

“Sehingga dulang ini menjadi simbol persatuan kita masyarakat suku Muna di manapun mereka berada,” ucap Laode.

Di tempat yang sama, Ketua Panitia Silaturahmi Akbar dan Festival Budaya KKMM, LM Bariun, mengungkapkan keberhasilan ini murni lahir dari semangat gotong royong masyarakat Muna tanpa adanya dukungan sponsor maupun donatur.

Setiap dulang dipersiapkan secara mandiri oleh warga dengan perkiraan biaya sekitar Rp1,5 juta per dulang. Jika diakumulasikan, nilai partisipasi swadaya masyarakat dalam kegiatan tersebut diperkirakan mencapai lebih dari Rp1,8 miliar.
Bariun menjelaskan, keterlibatan masyarakat datang dari berbagai kalangan, mulai dari pengurus RT, RW, lurah, camat, tokoh masyarakat Muna di Kendari, hingga para perantau yang berada di Jakarta, Papua, dan Sulawesi Tengah.

Tak hanya warga Muna, dukungan juga datang dari eksekutif setempat. “Wali Kota Kendari juga turut berpartisipasi dengan menyumbangkan dulang sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan budaya tersebut serta kecintaannya terhadap masyarakat Muna yang ada di wilayahnya,” kata Bariun. (Ahmad Odhe/yat)

ARTIKEL-ARTIKEL MENARIK NAWALAMEDIA.ID BISA DIAKSES VIA GOOGLE NEWS(GOOGLE BERITA) BERIKUT INI: LINK
Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan, ruas (*) wajib diisi