Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Sangia Nibandera Kolaka, Asri Damuna atau “Om Albert” melapor di Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) buntut video viral bersama Youtuber asal Korea yang diketahui bernama Jiah.
Laporan tersebut dibenarkan Dir Krimsus Polda Sultra Kombes Pol Bambang Wijanarko saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.
“Betul pengaduan ybs (yang bersangkutan) pada tanggal 8 mei 2024,” katanya Minggu, 12 Mei 2024.
Kombes Pol Bambang menyebut, Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Sangia Nibandera Kolaka melapor salah satu akun media sosial (Medsos ) Facebook terkait dugaan tindak pidana Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
“Yang diadukan adalah salah satu akun medsos facebook. Pengaduannya terkait penggunaan data pribadi tanpa ijin dan penghinaan melalui media sosial,” ungkap Bambang.
Hingga berita ini diterbitkan kepolisian saat ini masih mendalami aduan tersebut.
Diketahui sebelumnya,sebuah video viral beredar di media sosial. Dalam video tersebut, seorang Youtuber asal Korea Selatan, Jiah, yang tengah berlibur di Manado, Sulawesi Utara.
Wanita yang sedang berada di restoran untuk menyantap kuliner daerah tersebut tiba-tiba didatangi oleh 2 pria yang diduga salah satunya adalah Asri Damuna.
Pria tersebut menanyakan kepada Jiah apakah dirinya sedang melakukan Live Streaming dan meminta bergabung semeja dengan YouTuber tersebut.
“Kendari (asal pria tersebut), gabung di sini, gabung boleh?” tanya pria yang ternyata adalah asli orang Indonesia itu.
Jiah pun memutuskan untuk mengizinkan pria botak tersebut duduk di sampingnya. Serta pria itu mengizinkan untuk merekam pertemuan mereka.
Dalam video itu, Jiah memperkenalkan dirinya dan mengaku sendiri di Manado.
“Sendiri, tidak ada teman, saya akan cari teman baru,” ucap Jiah.
Mendapatkan jawaban tersebut, pria botak tersebut menjawab bahwa dirinya adalah teman baru sambil memperkenalkan namanya.
Iklan oleh Google
“Saya, aku teman baru, Albert,” ucap pria botak yang mengaku bernama Albert itu sambil mengajak Jiah bersalaman.
Pria yang lain juga memperkenalkan dirinya dengan nama Alex. Jiah pun juga ikut memperkenalkan namanya.
Jiah menanyakan kepada Albert berapa lama akan berada di Manado. Albert menjawab bahwa dirinya akan kembali ke Kendari besok dan tiba-tiba mengajak Jiah datang ke hotelnya.
“Besok balik ke Kendari. Mampir ke hotel boleh? Mampir ke hotel aku boleh?” tanya Albert.
Jiah yang sedang menyantap minuman yang dipesannya terkejut dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh pria yang mengaku bernama Albert tersebut.
Ia menolak ajakan Albert dengan menyebutkan bahwa dirinya akan segera berangkat ke Bunaken menggunakan perahu pukul 14.00 WIB.
“Tidak (Jam) 2 perahu,” ujar jiah.
Dengan beredar video tersebut membuat masyarakat, geram dengan perbuatan pria botak itu. Dari pantauan, akun Instagram kementrian perhubungan Republik Indonesia (RI) @Kemnhub151, di penuhi komentar netizen terkait video tersebut.
Dalam komentarnya netizen, menyampaikan kepada Kementerian Perhubungan RI untuk memecat pria tersebut karena perbuatan pria botak tersebut tidak berperilaku baik.
“Pak izin melapor, namanya asri damuna, Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara Sangia Nibandera Kolaka, Sulawesi Tenggara. MOHON SEGERA DIPECAT, KRNA PERLAKUAN KEPADA TURIS KOREA DENGAN NGAJAK KE HOTEL, BERPOTENSI MELAKUKAN PELECEHAN, MOHON SEGERA DI PECAT,” kata @ro*ana*ramoviq dalam komentarnya.
Buntut video tersebut, Kementerian Perhubungan telah membebastugaskan Asri Damuna, Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Sangia Nibandera Kolaka, Sulawesi Tenggara.
Pembebastugasan ini dilakukan guna memudahkan penyelidikan lebih lanjut terkait video Asri yang tengah viral.
“Kementerian Perhubungan sangat menyesalkan video viral yang melibatkan Asri Damuna, Kepala Kantor UPBU Sangia Nibandera Kolaka. Yang bersangkutan telah dibebastugaskan guna memudahkan penyelidikan dan tindakan lebih lanjut,” ujar Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati, dalam keterangannya pada Jumat 10 Mei 2024
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi telah memerintahkan agar kebenaran berita yang tengah viral tersebut segera diusut dan diberikan sanksi tegas jika terbukti bersalah. Untuk itu, pemeriksaan terhadap yang bersangkutan tengah dilakukan.
“Jika terbukti benar, maka artinya yang bersangkutan tidak dapat menjaga marwah sebagai Aparatur Sipil Negara. Kemungkinan akan ada sanksi internal terkait hal tersebut,” kata Adita. (Ahmad Odhe/yat)
