Take a fresh look at your lifestyle.
   

Syahrul Said Akan Perjuangkan Aspirasi Nelayan di Wakatobi

104

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Tenggara (Sultra) Syahrul Said menyatakan akan memperjuangkan aspirasi nelayan di Wakatobi.

Hal ini diungkapkan politikus Nasional Demokrat (NasDem) ini usai melakukan reses di tiga wilayah di Kepualauan Wakatobo.

Syahrul menggelar reses di Pulau Binongko dan Pulau Wangi-Wangi.

“Alhamdulilah reses di Pulau Kapota (Wangi-wangi) berjalan sukses dan di Binongko juga begitu,” kata Syahrul Said kepada Nawalamedia.id, Senin 4 Oktober 2021.

Syahrul menyebut, masyarakat di Binongko maupun di Pulau Kapota sangat antusias menghadiri acara resesnya. Bahkan, warga di sana aktif memberikan pertanyaan termasuk harapan kepada dirinya.

Menurut Syahrul, kebanyakan warga yang dikunjungi dalam reses ini adalah masyarakat nelayan. Mereka berharap agar dirinya memperjuangkan aspirasi berupa alat penunjang saat melaut.

Iklan oleh Google

Warga menghadiri acara reses yang digelar Syahrul Said di Wakatobi. (Istimewa)

“Di tiga titik (reses) hampir sama semua (masyarakat mengusulkan alat penunjang kelancaran melaut),” kata Syahrul.

Ia merinci berdasarkan catatannya, berbagai usulan yang disampaikan berupa pengadaan perahu katinting, jaring, perahu fiber, mesin TS, dan cool box.

Selain penunjang melaut, warga khususnya ibu-ibu mengusulkan adanya bantuan mesin parut ubi, mesin jahit dan bantuan modal usaha.

“Ada juga usulan bantuan peternakan kambing di Binongko,” jelasnya.

Terhadap seluruh aspirasi itu, Syahrul mengaku akan melihat lebih dulu apa saja yang menjadi domain Pemprov Sultra termasuk kewenangan daerah.

“Pada intinya, seluruh aspirasi itu menjadi kewajiban saya untuk diperjuangkan di Dewan nanti dan disampaikan ke pemerintah provinsi,” imbuhnya. (yat)

ARTIKEL-ARTIKEL MENARIK NAWALAMEDIA.ID BISA DIAKSES VIA GOOGLE NEWS(GOOGLE BERITA) BERIKUT INI: LINK
       
Berlangganan Berita via Email
Berlangganan Berita via Email untuk Mendapatkan Semua Artikel Secara Gratis DIkirim ke Email Anda
Anda Dapat Berhenti Subscribe Kapanpun
Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan, ruas (*) wajib diisi