Take a fresh look at your lifestyle.
UHO Kendari

Syahrul Beddu, Vokal Memperjuangkan Kepentingan Masyarakat Kolaka Raya

492

Sosok Syahrul Beddu merupakan pribadi yang tak asing bagi masyarakat Kolaka Raya. Selain punya sifat sederhana dan selalu hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan, Syahrul Beddu dikenal sebagai politisi yang vokal memperjuangkan kepentingan masyarakat saat mengemban jabatan publik.

Pria kelahiran Kolaka 3 April 1979 ini memulai karir politiknya saat duduk anggota DPRD Kolaka Utara periode 2004-2009. Padahal, ia belum lama menyelesaikan studi S1-nya di Universitas Halu Oleo Kendari.

Saat pertama kali memasuki dunia politik, Syahrul Beddu bukan lah siapa-siapa. Ia hanya anak muda biasa saja yang baru berhasil menyelesaikan studi strata satunya di tengah hiruk pikuk politik era Reformasi.

Namun, Syahrul Beddu membawa misi perubahan. Ia merupakan bagian dari aktivis di Bumi Anoa yang turut memperjuangkan era keterbukaan Reformasi, terlebih di dirinya melekat identitas mantan Wakil Presiden Mahasiswa Universitas Halu Oleo 2000-2001.

Dinamika kampus di era Orde Baru hingga Reformasi mematangkan karakternya dan menuntunnya untuk selalu sensitif terhadap aspirasi masyarakat.

Ia bertekad bahwa setelah Reformasi berhasil direbut, perjuangan untuk kepentingan rakyat saatnya naik level. Tidak lagi melalui parlemen jalanan melainkan di parlemen sebenarnya, di DPRD.

“Bagi saya, organisasi kampus dengan segala dinamikanya membentuk karakter saya untuk selalu memperjuangkan kepentingan masyarakat. Di legislatif, merupakan ruang yang tepat untuk berjuang sebenarnya dan sebaik-baiknya untuk rakyat,” ujar Syahrul Beddu dalam bincang-bincang beberapa waktu lalu.

Alumni SMA Negeri 1 Kolaka ini berujar, memperjuangkan kepentingan masyarakat, merupakan keniscayaan. Tanggung jawab itu bukan karena melekat identitas manusia pencerah, melainkan pula perintah dari pemilik alam raya.

“Allah memerintahkan kita agar selalu mengutamakan kepentingan orang banyak, dibandingkan kepentingan pribadi. Itu lah esensi dari hidup saya untuk selalu vokal memperjuangkan kepentingan masyarakat, baik saat duduk di legislatif atau pun tidak,” kata alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ini.

Selama 5 tahun menjadi anggota DPRD Kolaka Utara, banyak hal yang telah diperjuangkannya. Syahrul Beddu kemudian mencoba peruntungan untuk maju di DPRD Kolaka pada Pemilu 2009-2014. Nasib mujur berpihak kepadanya hingga menjadi anggota legislatif di Bumi Mekongga.

Di DPRD Kolaka, karakter Syahrul Beddu tidak berubah. Ia tetap vokal berbicara di forum legislatif memperjuangkan kepentingan masyarakat yang diwakilinya.

“Bagi saya anggota DPRD itu adalah wahana untuk mengemban amanah untuk berfikir, berbicara, dan bertindak. Semua untuk kepentingan masyarakat yang saya wakili,” ujarnya.

Saat duduk di DPRD Kolaka, aktivis 98 ini, berkomitmen kuat mendorong kemudahan berinvestasi bersama Bupati Kolaka H Buhari Matta. Salah satu kebijakan di sektor investasi pertambangan adalah mendukung penuh kebijakan investasi pembangunan smelter oleh perusahaan anak bangsa. Lalu pada sektor perkebunan mendorong kemudahan investasi PT DJL di Tanggetada.

Syahrul mengaku, banyak aspirasi masyarakat baik saat duduk di DPRD Kolaka Utara maupun di DPRD Kolaka yang tidak bisa terakomodir karena berkaitan dengan terbaginya urusan kebijakan pemerintah daerah. Banyak usulan masyarakat di dua kabupaten tersebut namun menjadi wewenang tingkat provinsi.

Menyadari hal itu, Syahrul Beddu memantapkan niatnya maju di pemilihan calon legislatif (pilcaleg) DPRD Sulawesi Tenggara melalui daerah pemilihan Kolaka Raya pada Pemilu 2014-2019.

“Niat saya saat itu ingin memperluas pengabdian dan memperjuangkan aspirasi masyarakat Kolaka Raya di DPRD Sultra. Alhamdulillah, banyak program untuk masyarakat Kolaka Raya saat saya duduk di DPRD Sultra,” jelasnya.

Di DPRD Provinsi Sultra, Syahrul Beddu vokal mendorong percepatan pembangunan Masjid Al Alam yang diinisiasi oleh Gubernur Sultra Nur Alam yang waktu itu terbengkalai pembangunannya karena keterbatasan anggaran di tahun 2010.

Bersama seluruh anggota DPRD Provinsi periode 2014-2019, Syahrul Beddu merumuskan kebijakan pengalokasian anggaran memadai untuk menuntaskan penyelesaian pembangunan Masjid Al Alam sebagai ikon gerakan spiritual.

“Dan manfaatnya terasa saat ini sebagai tempat beribadah sekaligus objek wisata religi yang terus menjadi kebanggaan masyarakat Sultra,” bebernya.

Iklan oleh Google

Selain mengemban amanah menjadi wakil rakyat di tingkat provinsi, Syahrul Beddu masih bisa membagi waktu untuk urusan kepemudaan. Ia kemudian terpilih menjadi Ketua Umum KNPI Sulawesi Tenggara pada 2016-2019.

Syahrul Beddu. (Dok Istimewa)

 

Syahrul Come Back DPRD Sultra

Pada Pilkada Kolaka 2020 lalu, Syahrul Beddu sempat maju mendampingi Asmani Arif. Namun keberuntungan belum berpihak ke mereka.

Di tahun setelah itu, Syahrul sedikit mengurangi aktifitas politik dan memilih merambah bisnis dan kegiatan sosial. Namun bukan berarti meninggalkan jejaring politiknya.

Ia mengemban jabatan Direktur Utama Mangga Dua Sejahtera termasuk menjadi Komisaris Utama PT ASRI. Selain itu, ia juga masih tetap mengurus pemuda dengan jabatan penting Ketua ESDM DPP KNPI.

Tak hanya itu, Syahrul juga diamanahkan menjadi Ketua Perencana Program Forum CSR Provinsi Sultra. Sebuah organisasi yang memiliki misi agar perusahaan-perusahaan di Sultra dalam mengelola dana corporate social responsibility tepat sasaran dan menyentuh langsung ke masyarakat.

Selain urusan dunia, Syahrul Beddu juga fokus untuk investasi akhirat. Ia aktif di beberapa pondok pesantren Tahfidzul Quran sebagai pendiri dan pembina yayasan.

“Urusan dunia dan akhirat harus sejalan. Kita mengurus dunia, tapi tidak lupa akhirat,” katanya.

Kini, Syahrul Beddu mencoba kembali maju di DPRD Provinsi Sultra melalui dapil yang sama, Kolaka Raya pada Pilcaleg 2024 nanti. Partai NasDem sebagai bendera politiknya, sebagaimana semangat partai itu untuk perubahan.

“InsyaAllah, investasi sosial yang kita bangun selama ini semoga menjadi modal kita. Saya maju kembali di Pilcaleg 2024 ini lewat Partai NasDem untuk mewujudkan perubahan yang baik di masyarakat. Saya akan memperjuangkan kepentingan masyarakat di Kolaka Raya saat duduk di DPRD Sultra nanti,” tuturnya.

Syahrul Beddu sadar, baik kesuksesan maupun kegagalan yang terjadi dalam hidupnya dijadikannya sebagai pelajaran berharga. Seluruh peristiwa itu memantapkan sekaligus mematangkan dirinya menjadi seorang politisi.

Biodata Syahrul Beddu :

Lahir Kolaka 03 April 1979
SMA Neg 1 Kolaka
S1 Universitas Haluoleo
S2 UMI Makassar

Anggota DPRD Kolaka Utara Periode 2004-2009
Anggota DPRD Kolaka Periode 2009 -2014.
Anggota DPRD Provinsi Sultra Periode 2014-2019

Direktur Utama Mangga Dua Sejahtera
Komisaris Utama PT ASRI

Karir Organisasi

Wapres UNHALU 2000-2001
Ketua Umum Futsal PSSI Kolaka
Waka Kwarcab Kolaka periode 2012-2014
Ketua Harian Inkado Kolaka
Ketua Umum KNPI Sultra 2016-2019
Ketua ESDM DPP KNPI Periode 2019-2022
Ketua Perencana Program Forum CSR Prop Sultra.

Aktif di beberapa pondok pesantren Tahfidzul Quran sebagai pendiri dan pembina yayasan.

(YAT)

ARTIKEL-ARTIKEL MENARIK NAWALAMEDIA.ID BISA DIAKSES VIA GOOGLE NEWS(GOOGLE BERITA) BERIKUT INI: LINK
Berlangganan Berita via Email
Berlangganan Berita via Email untuk Mendapatkan Semua Artikel Secara Gratis DIkirim ke Email Anda
Anda Dapat Berhenti Subscribe Kapanpun
Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan, ruas (*) wajib diisi