Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sulawesi Tengah, Kombes Pol Didik Supranoto meralat keterangan jumlah pekerja tewas pada saat terjadi bentrokan di pabrik smelter Nikel milik PT Gunbuster Nickel Industri (GNI), Morowali Utara, Sulawesi Tengah (Sulteng).
Sebelumnya, Didik menyebut, bentrokan itu mengakibatkan dua pekerja lokal dan satu tenaga kerja asing (TKA) meninggal dunia.
“Ralat untuk korban meninggal hanya dua orang, satu orang TKA dan satu orang pekerja lokal,” kata Didik dikutip CNNIndonesia.com, Minggu 15 Januari 2023.
Namun Didik mengklaim belum tahu asal negara TKA yang tewas akibat bentrokan tersebut.
“Saya belum dapat identitasnya. Namun, korban hanya dua orang saja dari TKA dan pekerja lokal saja,” katanya.
Peristiwa berdarah ini terjadi pada Sabtu 14 Januari 2023 malam. Didik menuturkan bentrok berawal dari unjuk rasa serikat buruh di dua lokasi yakni, di pos 4 dan pos 5 kantor PT GNI pada Jumat 13 Januari 2023.
Iklan oleh Google
Dalam unjuk rasa ini salah satu tuntutan pekerja adalah mendesak pihak perusahaan untuk wajib menerapkan prosedur keselamatan para pekerja.
“Namun, dari hasil mediasi di kantor Disnakertrans Morowali Utara tidak menemui kesepakatan antara pihak pekerja dengan pihak perusahaan,” jelasnya.
Didik melanjutkan, pada Sabtu sekitar pukul 19.40 WITa, terjadi kerusuhan di area jalan masuk pos 4. Sekitar 500 orang pekerja melempar dan merusak area jalan masuk pos 4.
Kerusuhan itu, kata Didik, dipicu karena pihak keamanan perusahaan menghalangi jalan para pekerja untuk masuk ke pos 4 PT GNI sehingga memicu perlawanan para pekerja dan perusakan kantor security.
“Jalan mereka dihalangi diduga inilah yang menjadi pemicu kerusuhan dan kantor security pun dirusak massa yang ingin masuk ke pos 4,” jelasnya.
Saat ini, kata Didik, kondisi di PT GNI sudah kondusif dan petugas kepolisian telah disiagakan di lokasi kejadian untuk mengantisipasi bentrokan susulan. (yat/cnn)
