Polda Sultra Selidiki Dugaan Pertalite Oplosan di Kendari
Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Polda Sultra) tengah mengusut dugaan peredaran bahan bakar jenis Pertalite oplosan yang diduga beredar di Kota Kendari. Sejumlah laporan dari masyarakat telah diterima oleh kepolisian terkait dugaan tersebut.
Kasubdit 1 Indagsi Ditreskrimsus Polda Sultra, AKBP Ali Rais Ndraha, mengungkapkan bahwa hingga kini pihaknya telah menerima empat laporan di Polda Sultra dan tujuh laporan di Polresta Kendari.
“Saat ini kami masih melakukan pendalaman dan mengumpulkan barang bukti. Kami berkomitmen untuk segera mengungkap kasus ini agar jelas bagi masyarakat,” ujar Ali Rais saat di temui di Kantor DPRD Sultra pada Senin, 10 Maret 2025.
Sebagai langkah penyelidikan, pihak kepolisian berencana mengamankan rekaman CCTV di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kendari.
“Secepat mungkin kami akan laksanakan dan bukan hanya cctv saja dan kita juga akan panggil saksi-saksi yang bisa menyampaikan terkait dengan hal ini,” tambahnya.
Selain itu, untuk memastikan keaslian bahan bakar yang beredar, kepolisian akan melakukan uji sampel melalui laboratorium independen.
Iklan oleh Google
Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Sultra, Suleha Sanusi, mendesak aparat penegak hukum untuk menangani kasus ini secara tuntas.
Ia meminta agar ada tindakan tegas terhadap pihak yang terbukti melakukan kecurangan.
“Tolong aparat hukum yang ada di Sulawesi Tenggara untuk melakukan penyelidikan setuntas-tuntasnya. Supaya ada efek jerah,” tegasnya.
Suleha juga menyarankan agar sanksi berat diberikan kepada pihak yang terlibat, termasuk kemungkinan penutupan SPBU atau depot bahan bakar jika ditemukan pelanggaran serius.
“Kalau memang yang nakal di situ Depot dalam hal ini patra niaga, tutup saja. Kalau memang dari SPBU-nya, tutup SPBU-nya. Enggak usah kasih supaya ada efek jerah. Supaya itu ada perlindungan konsumen,” ungkapnya.
Kasus dugaan Pertalite oplosan ini mendapat perhatian luas dari masyarakat. Karena sejumlah masyarakat menjadi korban setelah kendaraan mereka mengalami kerusakan usai mengisi BBM di SPBU yang diduga oplosan.
Warga pun berharap kepolisian segera mengungkap kebenaran dan menindak tegas oknum yang bermain curang dalam distribusi bahan bakar. (Ahmad Odhe/yat)