Pj Bupati Dorong IKM di Mubar Tingkatkan Penggunaan Produk Dalam Negeri
Penjabat (Pj) Bupati Muna Barat (Mubar) Dr Bahri mendorong industri kecil dan menengah (IKM) di Bumi Laworoku untuk ambil bagian dalam program peningkatan penggunaan produk dalam negeri melalui pengadaan barang dan jasa pemerintah.
Salah satunya melalui pelaksanaan business matching antara industri dengan pemerintah, termasuk IKM yang sudah mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri.
“Tugas pemerintah daerah melalui leading sektor agar mengidentifikasi produk dalam negeri dan kesiapan industri di daerah, serta mempercepat pencantuman produk dalam negeri bersertifikat TKDN (tingkat komponen dalam negeri) di dalam katalog elektronik,” jelasnya.
Bahri menyampaikan, banyak produsen atau IKM lokal di Mubar yang bisa memproduksi barang-barang yang dibutuhkan oleh kantor dan sekolah.
“Olehnya itu, kita pilih belanja dari industri lokal,” katanya.
Direktur Perencanaan Keuangan Daerah Kemendagri ini mengaku, ia telah mengikuti rapat business matching antara kementerian/lembaga dan pemerintah daerah (pemerintah provinsi dan kabupaten/kota) dengan asosiasi dan perusahaan industri di kawasan Nusa Dua, Bali.
Iklan oleh Google
Kegiatan tersebut menitikberatkan pada lima hal pokok yaitu : Realisasi komitmen belanja produk dalam negeri (PDN) Tahun 2022, penggunaan kawasan konservasi perairan daerah(KKPD), belanja impor maksimal 5 persen, pengesahan RUU pengadaan barang dan jasa publik dan penilaian belanja PDN untuk indikator reformasi birokrasi.
Pelaksanaan kegiatan business matching tersebut sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2022 tentang Percepatan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri dan Produk Usaha Mikro, Usaha Kecil, dan Koperasi sebagai rangkaian gerakan nasional bangga buatan Indonesia.
“Business matching tersebut penting untuk mendorong pejabat pemerintah dan BUMN agar meningkatkan belanja produk dalam negeri dalam upaya menekan inflasi dan pengentasan kemiskinan ekstrem di wilayah Kabupaten Muna Barat,” kata Bahri.
ALumni STPDN 07 ini berharap dengan hadirnya para pelaku IKM penghasil barang-barang potensial dapat menangkap peluang belanja pemerintah seperti, alat -alat pertanian, tekstil, makanan olahan, fruniture terus meningkatkan kualitas produk dan kemampuan bisnisnya.
“Kami terus menggelar program peningkatan kompetensi SDM, pengembangan kualitas produk, standardisasi, fasilitasi mesin dan peralatan, membuka akses promosi dan pasar melalui media online serta peningkatan kapasitas sumberdaya TIK (teknologi komunikasi dan informasi) bagi masyarakat dan pelaku usaha di Kabupaten Muna Barat agar IKM bisa berdaya saing memenuhi pasar domestik dan manca negara,” jelas Bahri.
Dengan terus berlanjutnya penyelenggaraan business matching, nilai komitmennya bertambah hingga mencapai belanja PDN Rp1 menghasilkan Rp2,2 miliar. Hal ini sejalan dengan simulasi model Computabel General Equilibrium (CGE), belanja produk dalam negeri tahun 2021 sebesar Rp72,6 Triliun (data LKPP) memberikan dampak sebesar 0,94% terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional atau setara dengan Rp159,52 triliun atas dasar harga berlaku (ADHB).
“Berdasarkan simulasi tersebut di atas Pj Bupati Mubar selaku penyelenggara pemerintahan di Mubar berharap, dengan terus berlanjutnya penyelenggaraan business matching, dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat Bumi Laworoku secara menyeluruh,” pungkasnya. (Pialo/yat)