Take a fresh look at your lifestyle.
UHO Kendari

Penumpang Kapal Bahari 5E Asal Muna Meninggal Dunia

3,464

Seorang penumpang kapal cepat Bahari 5E yang menuju Raha Kendari bernama La Tiri meninggal dunia usai dilarikan di Rumah Sakit Santana Kota Kendari pada Senin, 4 Juli 2023.

Kapolresta Kendari Kombes Pol Muhammad Eka Faturahman membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan korban bersama istrinya dan iparnya berangkat dari Raha menuju Kendari menggunakan kapal Bahari 5E.

“Pukul 10.30 WITa korban berangkat dari Raha menuju Kendari menggunakan kapal itu untuk keperluan melakukan kontrol kesehatan rutin di RS Bhayangkara Kendari,” kata Eka kepada awak media.

Namun, sekitar pukul 13.50 WITa, saat masih di atas kapal korban mengalami gangguan kesehatan.

Ia melanjutkan, saat kapal Bahari 5E tiba di Pelabuhan Nusantara Kendari, pasien yang kondisinya lemah tersebut langsung dilarikan di Rumah Sakit Santa Ana Kendari untuk mendapatkan perawatan medis.

“Setelah tiba di Pelabuhan Kendari, korban langsung di RS Santa Ana dan menurut keterangan dari dokter, korban dinyatakan meninggal dunia di RS Sakit Santa Ana,” bebernya.

Ia menuturkan, saat itu pihak rumah sakit hanya melakukan visum mayat dan kemudian keluarga membawa korban kembali ke Raha lewat perjalanan darat melalui Pelabuhan Torobulu

Sementara itu penyebab meninggalnya korban terkait over kapasitas penumpang pihaknya belum bisa memastikan. Menurut keterangan istrinya, korban sudah mengidap penyakit lever selama 6 bulan terakhir.

Iklan oleh Google

“Kaitannya dengan jumlah penumpang dengan kematian korban kami belum bisa menyimpulkan, kami masih melakukan lidik pendalaman dan saat ditangani oleh pihak RS Santa Ana, hanya diberikan tindakan medis berupaya untuk menolong nyawa korban,” ungkapnya.

Eka menambahkan, jumlah penumpang terdaftar di manives kapal tersebut sebanyak 400 orang.

Sementara itu salah satu penumpang kapal bernama Fadli menyebut kondisi kapal tersebut dalam keadaan padat penumpang.

Kata dia, banyak penumpang yang tidak mendapatkan kursi akibat adanya kelebihan kapasitas penumpang.

“Yang terdaftar tidak dapat kursi, saya bahkan duduk di lantai depan pintu karena kepanasan dan kekurangan oksigen, hampir sesak napas,” imbuhnya.

Ia menuturkan kapal tersebut sudah padat penumpang saat berada di pelabuhan Baubau ditambah sekitar kurang lebih 300 orang di Pelabuhan Raha yang tidak memiliki tiket dan yang memiliki tiket.

“Saya tadi hampir baku pukul dengan ABK, karena mo kasih masuk terus penumpang, sementara di dalam tidak bisa bergerak, ibu-ibu sudah mengeluh mi kepanasan, anak-anak kecil menangis terus,” tuturnya.

Hingga berita ini diterbitkan pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait penyebab meninggalnya korban adanya over kapasitas atau kelebihan penumpang. (Ahmad Odhe/yat)

ARTIKEL-ARTIKEL MENARIK NAWALAMEDIA.ID BISA DIAKSES VIA GOOGLE NEWS(GOOGLE BERITA) BERIKUT INI: LINK
Berlangganan Berita via Email
Berlangganan Berita via Email untuk Mendapatkan Semua Artikel Secara Gratis DIkirim ke Email Anda
Anda Dapat Berhenti Subscribe Kapanpun
Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan, ruas (*) wajib diisi