PENA 98 Ajak Mahasiswa UHO Kendari, Aktif Memperjuangkan Kepentingan Masyarakat
25 tahun reformasi berlalu, reformasi di Indonesia disebut juga sebagai era pasca-Soeharto yang dimulai pada tahun 1998, untuk itu organisasi Persatuan Nasional (PENA) 98 menggelar diskusi interaktif memperingati reformasi bersama mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO), dengan tema “saya tidak pernah lupa siapa pelakunya”.
Perwakilan PENA 98 Sultra, Hartono mengatakan, kegiatan tersebut serentak dilakukan PENA 98 di seluruh Indonesia dan kegiatan sengaja dilakukan di kampus, karena gerakan reformasi 98 diawali di kampus-kampus.
“Yang kami harapkan di momen 25 tahun reformasi kampus itu tetap menjadi penggerak dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat dan mahasiswa tidak pasif dan berdiam diri,” ujar Hartono.
Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UHO, Ahmad Marhadi mengungkapkan, momentum tersebut sangat ditunggu-tunggu, karena mahasiswa sekarang sangat disibukan dengan urusan akademik yang sangat padat, sehingga diskusi seperti ini sangat dibutuhkan mahasiswa.
Iklan oleh Google
“Jadi kegiatan seperti kalau bisa dirutinkan, sehingga para mahasiswa dan pelaku reformasi itu saling berdekatan untuk berdiskusi bagaimana mengawal enam agenda reformasi itu,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, bahwa diskusi tersebut diikuti oleh mahasiswa UHO yang sangat antusias dalam mendengarkan pemaparan narasumber-narasumber dari aktivis-aktivis 98.
“Yang mengikuti kegiatan adalah mahasiswa UHO dan dipusatkan di FIB UHO,” jelasnya.
Ia menyampaikan kepada seluruh mahasiswa bahwa, saat ini banyak permasalahan yang terjadi dalam masyarakat yang bisa mengubah keadaan melalui media sosial. Di sisi lain, media sosial menjadikan susunan tata sosial menjadi individualistik bergerak menjadi individu bukan menjadi kelompok.
“Seharusnya pergerakan dilakukan secara bersamaan, media sosial juga sebagai sarana dan mahasiswa tetap sebagai pelopor karena masyarakat tidak akan bergerak jika mahasiswa tidak bergerak, jika mahasiswa hanya tidur dan kuliah tidak akan terjadi perubahan di negeri ini. Diharapkan mahasiswa dapat aktif dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat,” pungkasnya. (Ahmad Odhe/yat)
