Panen Benih Padi Inpari Ir Nutrizinc, Upaya Distanak Sultra Cegah Stunting
Melalui penanaman benih padi biofortifikas varietas Inpari Ir Nutrizinc, Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanak) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) berupaya mencegah adanya stunting di Sulawesi Tenggara.
Sebelumnya Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanak) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) telah melakukan panen puluhan ton bibit padi varietas Inpari Ir Nutrizinc di Kecamatan Kolaka Kabupaten Kolaka, Kamis 12 Oktober 2023.
Kepala Distanak Sultra La Ode Rusdin Jaya mengatakan, benih padi biofortifikas Inpari Ir Nutrizinc ini dapat berperan dalam mencegah adanya stunting karena memiliki nutrisi yang tinggi di dalamnya.
Kata dia, kandungan zinc pada varietas ini lebih tinggi dibanding varietas lainnya yang dapat mencapai 34,51 ppm.
“Kandungan zinc ini sangat berperan penting dalam mencegah stunting. Nutrisi tinggi karbohidratnya rendah jadi bayi-bayi yang konsumsi ini (benih padi biofortifikas Inpari Ir Nutrizinc) akan memiliki nutrisi yang tinggi,” katanya saat ditemui di ruangnya, Jumat 13 Oktober 2023.
Langkah tersebut sebagai salah satu upaya nyata Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tenggara untuk terus hadir di tengah-tengah petani agar ketersediaan pangan tetap terjaga, terlebih lagi dalam kondisi El Nino yang sedang melanda saat ini.
Iklan oleh Google
Ia menyebut, saat melakukan panen di Kecamatan Kolaka Kabupaten Kolaka seluas 10 hektare dengan menghasilkan 25 ton benih padi Inpari Ir Nutrizinc.
“Panen kemarin sudah 25 ton dan itu nanti kita bagi-bagi,” ujarnya.
Ia mengungkapkan saat ini pihaknya sudah mendistribusikan benih padi tersebut di beberapa wilayah di Sulawesi Tenggara yakni Kabupaten Kolaka, Buton, Konawe Selatan, Bombana, serta Kolaka Utara.
“Di Kabupaten Kolaka sebesar 6,25 ton untuk 250 ha, Kabupaten Buton sebesar 2,5 ton untuk 100 ha, Kabupaten Konawe Selatan sebesar 6,25 ton untuk 250 ha, Kabupaten Bombana sebesar 6,25 ton untuk 250 ha serta Kabupaten Kolaka Utara sebesar 3,75 ton untuk 150 ha,” ungkapnya.
Menurutnya di tengah terjadinya kondisi El Nino yang melanda saat ini, panen benih padi ini berhasil dilakukan sebagai upaya penanggulangan dampak perubahan iklim.
“Melalui adaptasi ini, pola penanaman melalui percepatan penanaman guna menghindari dampak kekeringan di periode kritis pertumbuhan tanaman,” pungkasnya. (Ahmad Odhe/yat)
