Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Halu Oleo (UHO) 2026 bersama Pemerintah Desa Tapulaga menggelar aksi bersih pantai di kawasan pesisir Desa Tapulaga, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, Minggu, 19 Juli 2026.
Aksi ini digelar sebagai respons atas maraknya akumulasi sampah kiriman yang terbawa arus laut dan terdampar di sepanjang garis pantai. Sampah yang didominasi limbah plastik, kayu, hingga limbah rumah tangga tersebut dinilai mengancam keberlangsungan ekosistem laut serta merusak estetika kawasan pesisir.
Kegiatan kolaboratif ini merupakan bagian dari program intervensi sosial untuk membangun kesadaran ekologis dan aksi kolektif komunitas pesisir, sejalan dengan poin ke-14 Sustainable Development Goals (SDGs) tentang ekosistem lautan.
Koordinator Mahasiswa KKN Tematik UHO Desa Tapulaga, Fahriz Fahreza, menegaskan bahwa aksi ini bukan sekadar agenda pembersihan fisik, melainkan sarana edukasi bagi warga setempat.
“Aksi bersih pantai ini tidak hanya bertujuan menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat agar semakin peduli terhadap kebersihan pantai,” ujar Fahriz di sela-sela kegiatan.
“Permasalahan sampah merupakan tanggung jawab bersama yang hanya dapat diatasi melalui kolaborasi seluruh elemen masyarakat,” lanjutnya.
Iklan oleh Google
Dia menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen mendukung pembangunan berkelanjutan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang memberikan manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat.
“Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa dalam mewujudkan kawasan pesisir yang bersih, sehat, dan berkelanjutan,” tambahnya.
Dalam aksi gotong royong tersebut, seluruh mahasiswa KKN UHO dan aparat desa bahu-membahu memilah serta mengumpulkan sampah ke dalam kantong khusus sebelum diangkut ke tempat pembuangan akhir.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN UHO, Harnina Ridwan, menambahkan bahwa pendekatan berbasis partisipasi masyarakat sangat krusial dalam menjaga kelestarian lingkungan jangka panjang.
“Kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan lingkungan diharapkan dapat terus tumbuh sehingga kawasan pesisir Desa Tapulaga tetap terjaga sebagai ruang publik yang sehat, produktif, dan lestari,” tutur Harnina.
Pemerintah Desa Tapulaga menyambut positif inisiatif ini. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah lokal diharapkan mampu memperkuat budaya gotong royong serta menggerakkan partisipasi aktif warga dalam menjaga kawasan pesisir secara berkelanjutan.
Diketahui Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Halu Oleo (UHO) 2026 diikuti 18 mahasiswa dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jurusan Sosiologi dan Mahasiswa Fakultas Kedokteran serta dk dampingi lima dosen pembimbing yakni Dr. Syaifudin Suhri Kasim, Dr. H. La Ode Monto, Dr. Bahtiar, Dr. Muhammad Obie dan Dr. Harnina Ridwan. (Ahmad Odhe/yat)
