Take a fresh look at your lifestyle.
   

Kepala BKPP Mubar Tegaskan Tak Ada Tes Wawancara CPNS 2021

70

Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Muna Barat La Ode Mahajaya menegaskan bahwa tak ada tambahan tes wawancara dalam seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2021.

“Jadi tidak ada tambahan tes wawancara dalam seleksi CPNS 2021 di Muna Barat seperti diberitakan media,” kata Mahajaya, Jumat 27 Agustus 2021.

Menurutnya, munculnya pemberitaan itu berawal dari jurnalis datang di ruangannya. Di saat bersamaan ada beberapa pegawai yang mengajukan pindah tugas dari Muna Barat.

Hal ini lah yang kemudian memantik diskusi antara dirinya dan beberapa jurnalis. Dalam diskusi itu, kata dia, turut dibahas solusi terkait minimnya jumlah pegawai di Mubar, sementara di sisi lain banyak pegawai yang meminta pindah. Kebanyakan yang mengajukan pindah ini bukan warga asli Muna Barat.

Menurutnya, ada beberapa pegawai dari luar Mubar tujuannya ikut tes CPNS di Mubar hanya untuk memperoleh nomor induk pegawai (NIP). Setelah terangkat jadi PNS, mereka kemudian meminta pindah di daerah asalnya.

Selain diskusi tentang adanya PNS yang hendak pindah, turut dibahas rencana tes CPNS 2021. Namun belakangan ia dapat kabar jika dari diskusi biasa itu malah jadi berita.

“Saya kira hanya diskusi biasa saja, tahu-tahu jadi berita,” katanya.

Mantan Kadis Kesehatan Mubar ini juga mengaku tidak tahu berita itu dimuat salah satu media. Malah ia baru tahu dari kerabat dan sejawatnya menelpon dirinya.

“Saya juga kaget ada berita itu. Saya tidak pernah katakan secara resmi dalam wawancara bahwa ada tes wawancara selain SKD dan SKB,” katanya.

Menurut dia, dalam seleksi CPNS tahun ini, hanya ada dua tes yang akan dilalui peserta. Yakni, tes seleksi kompetensi dasar (SKD) dan setelah dinyatakan lulus SKD dilanjutkan dengan seleksi kompetensi bidang (SKB).

Iklan oleh Google

“Jadi tidak ada tes wawancara itu. Itu hanya diskusi biasa saja dan tidak masuk dalam domain wawancara resmi dengan wartawan,” jelasnya.

Ia melanjutkan, pemda tetap diberikan ruang untuk mengajukan tahapan tes wawancara kepada calon CPNS namun harus mendapatkan persetujuan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).

“Itu pun sulit disetujui. Kalau pun juga ada tahapan tes wawancara, pasti akan termuat di website resmi BKPP Mubar. Tapi kan tidak ada pengumuman resmi tentang tahapan wawancara. Jadi, dengan demikian tidak ada tes wawancara itu,” imbuhnya.

Ia menyadari, tahapan wawancara ini sangat subyektif dan bisa menjadi ruang nepotisme dalam seleksi CPNS. Untuk itu, pihaknya tidak mengusulkan tambahan tahapan seleksi.

“Kita sudah tegaskan bahwa tak ada ruang nepotisme dalam penerimaan CPNS di Mubar. Kita ingin kualitas calon pegawai tergambar berdasarkan hasil tes SKD dan SKB. Itu bisa ditanyakan kepada CPNS dua tahun sebelumnya. Semua memiliki kesempatan yang sama asalkan belajar dan pintar,” paparnya.

Untuk itu, Mahajaya menegaskan, seleksi CPNS ini tidak ada permainan yang merugikan peserta. Peserta cukup memenuhi seluruh syarat yang ditentukan BKN.

“Jadi tidak ada lagi lobi-lobi sekarang. Tergantung kepintaran masing-masing CPNS dalam mengisi soal. Makanya, yang lulus CPNS pada periode sebelumnya karena faktor kepintarannya memenuhi passing grade yang ditetapkan pemerintah,” tuturnya.

Berdasarkan data BKPP Mubar, peserta CPNS tahun 2021 yang dinyatakan lulus berkas atau administrasi sebanyak 4.009 orang untuk formasi umum atau tenaga teknis.

Sementara peserta dari P3K non-guru sebanyak 40 orang.

“Sekarang mereka lagi menunggu jadwal tes yang ditetapkan panselnas,” pungkasnya. (Yat)

ARTIKEL-ARTIKEL MENARIK NAWALAMEDIA.ID BISA DIAKSES VIA GOOGLE NEWS(GOOGLE BERITA) BERIKUT INI: LINK
       
Berlangganan Berita via Email
Berlangganan Berita via Email untuk Mendapatkan Semua Artikel Secara Gratis DIkirim ke Email Anda
Anda Dapat Berhenti Subscribe Kapanpun
Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan, ruas (*) wajib diisi