Take a fresh look at your lifestyle.
UHO Kendari

Kembangkan Ayam Petelur, Pemda Muna Barat Gandeng Charoen Pokphand

9

Pemerintah Kabupaten Muna Barat (Pemkab Mubar) berkomitmen menjadikan sektor peternakan ayam petelur sebagai roda penggerak ekonomi baru sekaligus wadah penciptaan lapangan kerja. Komitmen ini diwujudkan melalui gelaran Focus Group Discussion (FGD) bersama raksasa pakan ternak, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk, di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu 8 Juli 2026.

Langkah strategis ini dipimpin langsung oleh Penjabat (Pj) Bupati Muna Barat La Ode Darwin, guna membangun ekosistem investasi yang kokoh di sektor peternakan.

La Ode Darwin menegaskan bahwa kehadiran jajaran pemkab di kantor pusat regional Charoen Pokphand merupakan bentuk keseriusan daerah dalam memikat investor, dengan syarat mutlak memberikan dampak kesejahteraan bagi warga lokal.

“Kehadiran kami bentuk keseriusan membuka peluang investasi. Kami ingin investor dapat kepastian, sementara masyarakat dapat lapangan kerja dan peningkatan pendapatan. Kami tidak ingin masyarakat hanya jadi penonton,” kata Darwin dalam keterangannya.

Inisiatif jemput bola yang dilakukan Pemkab Mubar ini mendapat respons positif dari manajemen PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. Regional Head Eastern Indonesia 1. Hadi Widajad perwakilan Charoen Pokphand mengapresiasi inisiatif Bupati Muna Barat sebab selama setahun ia bertugas, baru 2 bupati yang mempunyai inisiatif.

“Kami sangat menyambut baik. Selama 1 tahun saya bertugas, baru ada 2 bupati yang punya inisiatif seperti ini, yaitu Bupati Sidrap dan Bupati Muna Barat,” ungkap Hadi.

Hadi menambahkan, tantangan pemenuhan pangan nasional kian mendesak seiring pertumbuhan penduduk Indonesia yang mencapai dua juta jiwa per tahun. Kondisi ini membuat kebutuhan pasokan protein hewani, termasuk telur, terus meroket.

Iklan oleh Google

Di tempat yang sama, perwakilan Charoen Pokphand lainnya, Suhendar, memaparkan analisis investasi yang menunjukkan potensi menjanjikan di dataran Pulau Muna. Dengan luas wilayah 36.139,30 kilometer persegi dan tren harga telur di Sulawesi Tenggara yang bertengger di angka Rp34.003 per kilogram, pasar dinilai masih sangat gemuk.

“Berdasarkan analisis, peluang usaha ayam petelur di Muna Barat masih sangat terbuka dan menjanjikan,” kata Suhendar.

Kendati potensinya besar, pihak Charoen Pokphand mengingatkan bahwa keberlanjutan industri ini bertumpu pada kesiapan sumber daya manusia (SDM) di daerah.

“Yang harus kita bangun adalah perubahan mindset, dari peternak menjadi pengusaha. Ketika masyarakat berorientasi bisnis, usaha peternakan akan berkembang cepat dan berkelanjutan,” ujar Sopyan Haris, perwakilan dari PT Charoen Pokphand.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Muna Barat, La Samarudin, menyatakan kesiapan jajarannya untuk mengawal program ini dari hulu ke hilir. DPKH akan memberikan pendampingan intensif mulai dari teknis budidaya, kesehatan hewan, penerapan biosecurity, hingga penguatan kelembagaan peternak lokal.

“Harapan kami, investasi ini melahirkan peternak mandiri. Mubar bisa jadi sentra produksi telur di Sultra,” tutur La Samarudin.

Dalam kunjungan kerja ke Makassar ini, Bupati La Ode Darwin turut memboyong gerbong birokrasinya, mulai dari Sekda Ibrahim Rasimu, Kepala Bappeda, Kadis DPMD, Kadis PUPR, Kadis Perindag, hingga Kepala BKPSDM untuk memastikan koordinasi lintas sektor berjalan mulus demi mempermudah masuknya investasi. (Ahmad Odhe/yat)

ARTIKEL-ARTIKEL MENARIK NAWALAMEDIA.ID BISA DIAKSES VIA GOOGLE NEWS(GOOGLE BERITA) BERIKUT INI: LINK
Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan, ruas (*) wajib diisi