Take a fresh look at your lifestyle.

Gudang Bapenda Sultra Dibobol Maling, Oknum ASN Jadi Tersangka Utama

121

Gudang penyimpanan milik Kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) yang berlokasi di Pondambea, Kecamatan Kadia, Kota Kendari, dibobol maling. Ironisnya, salah satu pelaku utama merupakan oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja di instansi tersebut.

Kasus ini terungkap setelah Tim Buser77 Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Kendari menangkap lima pelaku pencurian dan penadahan barang hasil kejahatan, Minggu, 7 Juli 2025 sekitar pukul 23.00 WITA.

Kasi Humas Polresta Kendari, Iptu Haridin mengatakan melimanya yakni RN alias S (40), seorang ASN Bapenda Sultra, MR alias I (31), pengangguran, RR alias I (23), wiraswasta, MS alias R (31), wiraswasta dan SP alias S (47), seorang pemilik toko.

“Adapun korban dalam kasus ini adalah SP, Kasubag Umum dan Perlengkapan Bapenda Sultra,” kata Haridin saat dikonfirmasi nawalamedia.id pada Senin, 7 Juli 2025.

Haridin menjelaskan, kasus ini bermula pada Selasa, 2 Juli 2025, ketika pengurus barang Bapenda melakukan pengecekan rutin di gudang dan mendapati adanya ketidaksesuaian jumlah inventaris. Setelah diperiksa lebih lanjut, ditemukan bahwa 18 unit laptop, 4 unit komputer, dan 2 tas laptop telah hilang.

“Berdasarkan berita acara serah terima barang tertanggal 25 Maret 2025, disimpulkan bahwa benar telah terjadi kehilangan sebanyak 18 unit laptop, 4 unit komputer, dan 2 tas laptop,” beber Haridin.

Dengan adanya temuan tersebut kasus ini kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian. Berbekal hasil penyelidikan awal, Tim Buser77 bergerak cepat dan berhasil membekuk para pelaku di beberapa lokasi berbeda di Kota Kendari.

Iklan oleh Google

Dari hasil interogasi, RN alias S mengaku sebagai pelaku utama. Ia memanfaatkan libur panjang Iduladha untuk melancarkan aksinya. Dengan mengambil kunci gudang dari ruangan bidang umum, ia kemudian menggasak laptop dan komputer, dibantu oleh MR alias I yang menunggu di dalam mobil.

“Setelah berhasil mengambil laptop kedua pelaku pergi meninggalkan gudang kantor Bapenda sultra,” ungkap Haridin.

Barang-barang curian tersebut, kemudian dijual ke pelaku alias I, yang bertindak sebagai penadah sekaligus menjual kembali lewat Facebook Marketplace. Salah satu unit laptop, yakni merek Acer Travelmate, bahkan dijual ke SP alias S seharga Rp6,5 juta.

“Laptop dijual ke RR sebanyak 7 unit seharga Rp3 juta, sedangkan 4 unit komputer dijual seharga Rp1,5 juta,” jelas Haridin.

Motif pencurian diduga karena tekanan ekonomi dan kecanduan judi online. Sementara itu, para penadah mengaku tergiur membeli karena harga barang yang jauh di bawah pasaran.

Hingga kini, polisi masih menelusuri barang bukti lain yang diduga telah dijual secara daring kepada pembeli yang belum teridentifikasi.

“Kelima pelaku kini telah diamankan di Mapolresta Kendari, dan Tim Buser77 masih terus memburu pelaku lain serta melacak sisa barang bukti,” pungkas Haridin. (Ahmad Odhe/yat)

ARTIKEL-ARTIKEL MENARIK NAWALAMEDIA.ID BISA DIAKSES VIA GOOGLE NEWS(GOOGLE BERITA) BERIKUT INI: LINK
Berlangganan Berita via Email
Berlangganan Berita via Email untuk Mendapatkan Semua Artikel Secara Gratis DIkirim ke Email Anda
Anda Dapat Berhenti Subscribe Kapanpun
Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan, ruas (*) wajib diisi