Pentingnya GIS Pada Kaombo: Antara Tekhnologi dan Budaya Masyarakat Pesisir Desa Wasuemba
Oleh: Wa Ode Rusnia,
(Mahasiswa Program Pasca Sarjana Jurusan Kesehatan Masyarakat fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Mandala Waluya)
GIS (Geographic Information System) atau sistem informasi geografis adalah alat berbasis komputer untuk memetakan dan menganalisis hal-hal yang ada dan peristiwa-peristiwa yang terjadi di bumi.
Teknologi GIS mengintegrasikan database umum dengan operasi seperti kueri dan analisis statistik dengan visualisasi unik. GIS juga dapat menampilkan aspek geografis serta manfaat analisis yang ditawarkan oleh peta.
Pengertian lain mengenai GIS adalah rangkaian sistem komputer untuk menangkap, menyimpan, memeriksa, dan menampilkan data yang terkait dengan posisi di permukaan bumi. Kemampuan ini membedakan GIS dari alat informasi sistem lainnya yang dapat membuatnya berharga untuk berbagai perusahaan publik maupun swasta. Dengan keunggulannya yaitu dapat menjelaskan peristiwa, memprediksi hasil, dan strategi perencanaan.
Kita ketahui pembuatan peta dan analisis geografis bukanlah hal baru di era sekarang ini, tetapi GIS melakukan tugas-tugas ini dengan lebih baik dan lebih cepat dari pada cara manual (conventional) yang lama. Dan, sebelum teknologi GIS muncul, hanya sedikit orang yang memiliki keterampilan yang diperlukan untuk menggunakan sebuah informasi geografis untuk membantu pengambilan keputusan dan memecahkan masalah.
Berikut lima komponen GIS yang berfungsi mengintegrasikan lima komponen utama: perangkat keras, perangkat lunak, data, people, dan metode.
Perangkat keras
Perangkat keras adalah komputer (PC) dimana GIS dapat beroperasi. Saat ini, perangkat lunak GIS berjalan pada berbagai jenis perangkat keras, dari server komputer terpusat hingga komputer desktop yang digunakan secara stand-alone atau dengan konfigurasi jaringan tertentu.
Perangkat Lunak
Perangkat lunak GIS menyediakan fungsi dan alat yang diperlukan untuk menyimpan, menganalisis, dan menampilkan informasi geografis. Komponen perangkat lunak utama tersebut adalah:
Alat untuk memasukkan dan memanipulasi informasi geografis.
Sistem manajemen basis data
Alat yang mendukung kueri, analisis, dan visualisasi geografis
Antarmuka pengguna grafis untuk akses yang lebih mudah ke alatnya.
Data
Mungkin komponen yang paling penting dari GIS adalah data. Data geografis dan tabular terkait data dapat dikumpulkan secara internal atau dibeli dari para penyedia data komersial. Sebuah GIS akan mengintegrasikan data spasial dengan sumber data lain dan bahkan dapat menggunakan sistem manajemen basis data tersendiri, yang digunakan oleh sebagian besar organisasi untuk mengatur dan memelihara data mereka, untuk mengelola data spasial.
Iklan oleh Google
People
Teknologi GIS memiliki nilai terbatas tanpa orang yang dapat mengelola sistem dan mengembangkan rencana untuk menerapkannya. Para pengguna GIS berasal dari spesialis teknis yang dapat merancang dan memelihara sistem kepada mereka yang menggunakannya untuk membantu mereka melakukan pekerjaan sehari-hari.
Metode
GIS yang telah sukses beroperasi sesuai dengan rancangan rencana dan aturan bisnis yang dibangun dengan baik, yang merupakan salah satu upaya implementasi praktik dan bagian model operasi yang unik untuk setiap organisasi.
Sedangkan dalam pengertian bahasa lokal ‘Ombo’ adalah berasal dari kata larang. Sedangkan makna Kaombo adalah larangan yakni bermaksud untuk tidak melakukan sesuatu. dalam hal Kaombo dalam pengelolaan laut merupakan larangan untuk tidak melakukan pengambilan semua spesies hewan laut dalam kawasan laut yang dilindungi berdasarkan kesepakatan masyarakat setempat yang kemudian dikenal dengan Kaombo atau nama lainya adalah DPL (Daerah Perlindungan Laut).
Sejak tahun 2006 sampai sekarang Desa Wasuemba Kecamatan Wabula Kabupaten Buton Provinsi Sulawesi Tenggara melaksanakan Program Coremap-II yang dibentuk pemerintah. Coremap adalah program yang ditujukan untuk menyelamatkan terumbu karang di perairan nasional, sambil meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Menurut data yang diambil dari website Coremap, dinyatakan Coremap (Coral Reef Rehabilitation and Management Program), atau Program Rehabilitasi dan Pengelolaan Terumbu Karang, adalah program jangka panjang yang diprakarsai oleh Pemerintah Indonesia. Tujuannya untuk melindungi, merehabilitasi, dan mengelola pemanfaatan secara lestari terumbu karang serta ekosistem terkait di Indonesia, yang pada gilirannya akan menunjang kesejahteraan masyarakat pesisir.
Program ini bertujuan untuk menyediakan data profil sumber daya perikanan skala kecil di meningkatkan kapasitas masyarakat hukum adat dalam pengelolaan sumber daya laut, dan menyediakan kebijakan pengelolaan sumber daya laut berdasarkan kearifan lokal dalam mendorong tata kelola sumber daya laut yang lebih baik.
Pengelolaan dengan sistem Kaombo ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada ekosistem dan biota laut seperti ikan karang, ikan hias, lola dan teripang untuk dapat berkembang biak dan pulih kembali. Sistem ini telah memberi dampak positif bagi masyarakat Wasuemba yaitu terjaganya ekosistem penting di laut, tercukupinya kebutuhan pangan ikan bagi masyarakat dan tumbuhnya kegiatan wisata bahari dan penelitian seperti pemancingan dan diving yang mulai memberi dampak ekonomi bagi masyarakat desa Wasuemba Kecamatan Wabula Kabupaten buton.
Pada tanggal 20 November 2022 telah melasanakan kegiatan festival Wasuemba heppy nice 2022 yang akan dihadiri oleh baik pemerintah pusat dari kementerian pariwisata, kementerian kelautan, dinas pariwisata provinsi dan kabupaten guna memanen hasil dari Kaombo yang telah dirawat sehingga nilai filosofi bisa di dapat oleh masyarakat dan nilai kesehatan masyarakat bisa bertambah.
GIS dalam kaitannya dengan Kaombo Desa Wasuemba yakni adanya informasi peta laut daerah kaombo yang spesifik termaksud didalamnya luas wilayah kaombo, biota laut yang ada di kambo, pesebaran ikan di dalam kaombo, pesebaran kerang laut, teripang,dan lain sebagainya. Kedepan data itu akan terkomputerisasi dan bisa memudahkan untuk melihat dan mencocokan data lapangan dan data digital guna kemajuan dan pemanfaatan kaombo lebih maksimal sehingga harapannya kesehatan masyarakat pesisir desa wasuemba dapat terjamin dan terlaksana. GIS dalam kaitannya dengan Kaombo juga bisa diupload pada google map sehingga siapa saja yang ingin melihat kaombo lewat digital bisa terlaksana.
GIS menyimpan informasi tentang dunia sebagai kumpulan lapisan tematik yang dapat dihubungkan bersama-sama oleh geografi. Konsep sederhana namun sangat kuat dan serbaguna ini telah terbukti sangat berharga untuk memecahkan banyak masalah dunia nyata dari pelacakan kendaraan pengiriman, untuk merekam detail aplikasi perencanaan, hingga pemodelan sirkulasi atmosfer global.
Informasi geografis berisi referensi geografis eksplisit seperti garis lintang dan garis bujur atau koordinat grid nasional, atau referensi implisit seperti alamat, kode pos, nama jalur sensus, tanda tegakan hutan, atau nama jalan.
Proses otomatis yang disebut geocoding digunakan untuk membuat referensi geografis eksplisit (beberapa lokasi) dari referensi implisit (deskripsi seperti alamat). Referensi geografis ini memungkinkan Anda untuk menemukan fitur seperti: sebagai tegakan bisnis atau hutan dan peristiwa seperti gempa bumi di permukaan bumi untuk dianalisis.
GIS dan Kaombo merupakan kolaborasi yang saling melengkapi guna menunjang ketersediaan pangan protein yang bersumber dari laut yang dijaga (Kaombo) sehingga anak-anak akan terhindar dari penyakit busung lapar atau penyakit-penyakit yang berkaitan dengan kekurangan protein dan mineral sehingga tujuan bisa tercapai yakni masyarakat pesisir yang sehat dan makmur.
Jadi kesimpulannya bahwa untuk meningkatkan Kesehatan Masyarakat Pesisir Desa Wasuemba Kecamatan Wabula kabupaten Buton dengan filosofi Kaombo salah satunya dapat menggunakan IPTEK yakni dengan GIS (Geographic Informtion System).
