Take a fresh look at your lifestyle.
UHO Kendari

Permintaan Rute Sugimanuru-Haluoleo Kendari, Pj Bupati Mubar Lobi Lion Air

345

Penjabat (Pj) Bupati Muna Barat (Mubar) Dr Bahri berkunjung ke Kantor Pusat Maskapai Lion Air untuk menginisiasi dukungan konektivitas transportasi udara dan permintaan rute penerbangan Bandara Sugimanuru Muna Barat ke Bandara Haluoleo Kendari dan sebaliknya.

Dalam kunjungan ke Kantor Pusat Maskapai Lion Air, Pj Bupati Muna Barat didampingi Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala BPBD serta Ka UPB Bandara Sugimanuru Muna Barat M. Khusnudin.

Kunjungan ke Kantor Pusat Maskapai Penerbangan Lion Air Jakarta ini dalam rangka mengkoordinasikan dukungan konektivitas pelayanan angkutan udara Wings Air dengan Rute Makasar Muna Barat, PP.

Selain itu juga mengkoordinasikan permintaan rute baru Wings Air dari Muna Barat Bandara Sugimanuru ke Bandara Haluoleo Kendari.

Kedatangan rombongan Pj Bupati Muna Barat ini diterima langsung oleh Manajer Area Indonesia Barat, Helmi.

Pj Bupati Muna Barat dalam penjelasannya mengatakan industri penerbangan menghadapi meningkatnya demand pada fase recovery bisnis pasca-pandemi mulai menurun dengan adanya relaksasi syarat perjalanan.

Dimana, lanjut dia, terdapat tantangan industri penerbangan yaitu penurunan jumlah armada, armada dalam proses perawatan rutin dan tambahan serta armada masih dikuasai lessor di tengah harga avtur naik dikarenakan adanya konflik geopolitik yang menyebabkan tarif jarak semakin meningkat mendekati pada Tarif Batas Atas (TBA), pengenaan PPN 11%, penyesuaian tarif PJP2U (PSC) dan biaya tambahan (fuel surcharge).

Penerbangan udara juga menyebabkan naiknya angka inflasi di daerah yang menyebabkan biaya ekonomi tinggi akibat naiknya harga avtur.

Selanjutnya berdasarkan arahan Kemendagri, Pemda diminta melakukan langkah-langkah antara lain:

Pertama, pemda agar ikut serta dalam menstabilkan harga tiket. Kedua, pemda agar memberikan subsidi kepada penyedia jasa transportasi angkutan. Ketiga, pemda diharapkan ikut serta dalam mempromosikan atau memasarkan rute-rute penerbangan yang ada di wilayahnya. Keempat, menerbitkan surat edaran agar mendukung dan mendorong partisipasi semua komponen masyarakat untuk menggunakan transportasi udara serta meminta forkopimda, pemda dan swasta berkomitmen untuk melaksanakan perjalanan dinas, bisnis, wisata dan usaha lainnya dengan mengutamakan penggunaan transportasi udara.

“Kelima, pemda dapat mendukung penyiapan lahan dan sarana prasarana; keenam, pemda melakukan upaya koordinasi dengan pihak pertamina dalam rangka menstabilkan harga avtur,” kata Bahri dalam rilisnya.

Iklan oleh Google

Selain itu terdapat surat Plt. Dirjen Perhubungan Udara atas nama Menteri Perhubungan kepada para Gubernur dan para Bupati/Wali Kota Nomor AU.001/1/1 PHB 2022 tanggal 11 Agustus 22 hal Dukungan Konektivitas Transportasi Udara dengan harapan: perlu adanya dukungan pemda untuk turut berperan aktif dalam menjaga keberlangsungan operasional penerbangan dengan memastikan tingkat keterisian penumpang, pemberian insentif, subsidi, dan atau bentuk lainnya yang dilakukan sesuai dengan mekanisme dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, sehingga konektivitas antarwilayah tetap dapat terjaga.

Selain itu juga diterdapat permintaan rute baru yaitu Bandara Sugimanuru Muna Barat ke Bandara Haluoleo Kendari karena tingginya demand.

“Asumsinya bahwa tingkat keterisian penumpang pesawat akan tinggi karena arus mobilitas tinggi penumpang dilihat dari penumpang kapal cepat pagi, kapal cepat sore, kapal malam yang begitu padat belum ditambah dengan kapal feri Tampo-Turobulu 3 kali sehari dan perahu-perahu tradisional yang mengantar pengguna jasa ke Kendari,” katanya.

Sementara itu, Manajer Lion Air Area Indonesia Barat, Helmi menjelaskan bahwa pelayanan bandara UPB Sugimanuru saat ini terdapat maskapai penerbangan Wings Air group Lion Air yang melayani rute Makasar-Muna Barat- Makassar yang jadwalnya 3 kali seminggu berubah menjadi tinggal sekali seminggu. Hal ini diakibatkan tidak adanya kepastian penumpang oleh maskapai Wings Air dan penumpang menunggu kepastian penerbangan dari Wings Air.

Ia menyebut, maskapai penerbangan terpaksa melakukan efisiensi dan lebih selektif dengan menghentikan operasi yang disebabkan tingkat keterisian penumpang dan beban operasional yang tinggi.

“Selanjutnya untuk kepastian penerbangan maskapai membutuhkan jaminan block seat dengan harga kekinian pasca naiknya avtur yang mendekati TBA dengan satu rangkaian penerbangan dari Makasar-Muna Barat-Kendari-Muna Barat-Makasar dengan jaminan seat 50 setiap penerbangan,” kata Helmi dalam rilis yang sama.

Terhadap hal tersebut, kata Bahri, Pemda Muna Barat mengusulkan beberapa hao kepada Maskapai Lion Air, yakni :
Pertama, model pembiayaan terdiri dari 2 model yaitu model non stimulus/insentif yaitu forkopimda dan semua stakeholder berkomitmen melaksanakan perjalanan dengan menggunakan transportasi udara. Kemudian, model stimulus/insentif dengan pemda memberikan subsidi biaya operasi pesawat (BOP) dengan menjamin sejumlah tertentu tempat duduk yang terjual (block seat).

Kedua, menentukan jumlah seat minimum (BEP Prop: 100 LF) untuk setiap trip/sektor. Ketiga, menentukan jaminan seat pada trip tunggal (one way/satu arah) atau trip gabungan (pulang/pergi);

Keempat, menyepakati besaran tarif yang akan digunakan sebagai harga satuan subsidi. Kelima, menyepakati jumlah frekuensi penerbangan. Keenam, menyepakati besaran jaminan deposit dan besaran top up (tambahan jaminan deposit). Ketujuh, melakukan rekonsiliasi data manifest terhadap data aktual passanger board.

“Berdasarkan pembahasan dan penjelasan rapat disepakati bahwa Lion Air akan menghitung kembali metode simulasi perhitungan penerbangan dan akan menghubungi pemda untuk kembali rapat bersama setelah 17 Agustus 2023 dengan pihak Lion Air akan menghubungi PIC Dinas Perhubungan Kabupaten Muna Barat,” tuturnya.

Bahri juga mengaku, Pemda Muna Barat bersama Ka UPB Sugimanuru juga akan menginisiasi rapat bersama dengan Pemda pengguna Bandara Sugimanuru yaitu Kabupaten Muna, Kabupaten Muna Barat, Kabupaten Buton Tengah termasuk Kabupaten Buton Utara untuk mengkoordinasikan kebijakan dukungan konektivitas transportasi udara. (Pialo/yat)

ARTIKEL-ARTIKEL MENARIK NAWALAMEDIA.ID BISA DIAKSES VIA GOOGLE NEWS(GOOGLE BERITA) BERIKUT INI: LINK
Berlangganan Berita via Email
Berlangganan Berita via Email untuk Mendapatkan Semua Artikel Secara Gratis DIkirim ke Email Anda
Anda Dapat Berhenti Subscribe Kapanpun
Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan, ruas (*) wajib diisi