Take a fresh look at your lifestyle.
UHO Kendari

10 Bakal Calon Paparkan Visi-misi, Plt Rektor UHO Ingatkan Pilrek Bukan Kompetisi Dukungan, Tapi Adu Gagasan

4

Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Universitas Halu Oleo (UHO), Prof. Dr. Khairul Munadi, mengingatkan agar momentum Pemilihan Rektor (Pilrek) UHO periode baru tidak dijadikan sebagai ajang perebutan dukungan politik praktis, melainkan menjadi panggung adu gagasan demi kemajuan institusi.

Hal tersebut disampaikan saat membuka Rapat Senat Khusus Pemaparan Visi, Misi, dan Program Kerja Bakal Calon Rektor UHO di Auditorium Mokodompit, Kendari, Selasa 30 Juni 2026.

“Saya berharap forum ini benar-benar menjadi kompetisi gagasan, bukan kompetisi dukungan. Yang kita cari bukan sekadar siapa yang ingin menjadi rektor, tetapi siapa yang memiliki visi yang paling jelas, integritas yang kokoh, kapasitas kepemimpinan yang kuat, serta kemampuan membangun kolaborasi untuk membawa UHO melompat lebih jauh,” ujar Khairul.

Dalam kesempatan itu, Khairul yang juga menjabat sebagai Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kemendikbudristek menyampaikan apresiasi kepada Senat UHO dan Panitia Pemilihan Rektor yang telah mengawal seluruh tahapan dengan baik.

Ia juga mengapresiasi sepuluh bakal calon rektor yang telah mendaftarkan diri. Menurutnya, banyaknya figur yang maju mencerminkan bahwa kampus terbesar di Sulawesi Tenggara (Sultra) ini memiliki modal sumber daya kepemimpinan yang kuat.
Khairul menegaskan posisi dirinya dan kementerian dalam proses suksesi kepemimpinan di UHO. Sebagai pejabat yang ditunjuk sebagai Plt Rektor sejak Mei lalu, ia menjamin netralitas penuh dalam proses pemilihan ini.

“Amanah yang saya terima adalah memastikan proses ini berlangsung secara objektif, bermanfaat, dan menghasilkan pemimpin terbaik bagi UHO. Selaku Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, saya juga ingin menegaskan bahwa kementerian akan menjadi mitra strategis bagi rektor terpilih dalam memperkuat mutu, tata kelola, relevansi, dan dampak UHO,” tegasnya

Iklan oleh Google

Ia menambahkan, kementerian akan memposisikan diri sebagai mitra strategis bagi rektor terpilih kelak dalam memperkuat mutu, tata kelola, relevansi, dan dampak UHO bagi masyarakat.

Oleh karena itu, Khairul berpesan agar siapa pun yang nantinya terpilih harus mampu merangkul semua pihak. Ia meminta tidak ada lagi polarisasi atau sekat-sekat kelompok di lingkungan civitas akademika setelah proses pemilihan selesai.

Lebih lanjut, Khairul menyoroti tantangan pendidikan tinggi global yang berubah sangat cepat. Menurutnya, rektor masa depan tidak bisa lagi sekadar menjadi administrator kampus, melainkan harus bertransformasi menjadi pemimpin perubahan.

Ia meminta para bakal calon rektor tidak hanya menyodorkan daftar program kerja normatif, tetapi harus mampu merumuskan strategi konkret untuk menaikkan mutu riset, inovasi, serta memperluas kolaborasi internasional. Salah satu yang ia tekankan adalah kemandirian finansial kampus.

“Perlu mengembangkan creative financing untuk memperkuat kemandirian institusi serta mengakselerasi semangat Kampus Berdampak, sehingga kehadiran UHO benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Sulawesi Tenggara, Indonesia, bahkan dunia,” jelas Khairul.

Dia juga mengajak seluruh civitas akademika untuk menjaga marwah dan kepercayaan publik terhadap UHO melalui tata kelola yang bersih dan berintegritas.

” Mari kita wariskan kepada rektor berikutnya bukan kampus yang terbelah, tetapi kampus yang bersatu, optimistis, dan siap melangkah menuju masa depan. Saya percaya, dengan kebersamaan seluruh sivitas akademika, UHO akan semakin unggul, semakin dipercaya, dan semakin berdampak bagi Sulawesi Tenggara, Indonesia, bahkan dunia,” pungkasnya. (Ahmad Odhe/yat)

ARTIKEL-ARTIKEL MENARIK NAWALAMEDIA.ID BISA DIAKSES VIA GOOGLE NEWS(GOOGLE BERITA) BERIKUT INI: LINK
Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan, ruas (*) wajib diisi