Wapres Mar’uf Amin Inginkan Komoditas Unggulan di Sultra Dikelola Berprinsip Syariah
Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI) Ma’ruf Amin menginginkan komoditas unggulan yang ada di Sulawesi Tenggara menjadi alat pertumbuhan ekonomi Indonesia khususnya di bumi anoa.
Hal tersebut diungkapkan saat mengukuhkan pengurus Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Provinsi Sultra, di salah satu hotel Kendari, Kamis 21 Maret 2024.
Ia menyebut, Sulawesi Tenggara (Sultra) dikenal sebagai daerah dengan limpahan kekayaan alam bernilai ekonomi tinggi, mulai dari nikel, aspal, hingga potensi pertanian, perikanan, dan wisata baharinya.
Seluruh sumber daya unggulan tersebut, diyakini dapat menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi Sultra, apabila dikelola secara optimal dengan berprinsip syariah.
Sehingga ia meminta semua komoditas unggulan yang ada semestinya dikapitalisasi agar menjadi mesin pertumbuhan ekonomi, guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat di wilayah ini.
Namun, Wapres mengingatkan bahwa upaya tersebut harus dilakukan melalui praktik-praktik ekonomi yang bertanggung jawab dan mengedepankan konsep keberlanjutan.
Hal ini terutama untuk menghindari dampak negatif yang mungkin ditimbulkan seperti cuaca ekstrem dan bencana alam.
Iklan oleh Google
“Demi menyelamatkan bumi dari kerusakan, transformasi ekonomi yang lebih adil, seimbang dan berkelanjutan adalah keniscayaan. Di sinilah konsep ekonomi syariah hadir sebagai jawaban,” ujarnya.
Lebih lanjut, Wapres Jokowi itu menerangkan bahwa prinsip ekonomi syariah yang mengedepankan keadilan, inklusivitas, universalitas, pemerataan kesejahteraan, serta menjaga keberlangsungan lingkungan adalah sebuah solusi untuk mewujudkan transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
“Dalam berbagai kesempatan kerap saya sampaikan, bagaimana syariah itu fondasinya dibangun di atas hikmah dan kemaslahatan,” tuturnya.
Oleh sebab itu, orang nomor 2 di Indonesia itu optimis pengembangan ekonomi syariah yang saat ini menjadi salah satu fokus pemerintah, akan membawa kebaikan bagi umat, masyarakat, dan lingkungan, tak terkecuali bagi wilayah Sultra.
Terlebih, dengan telah dibentuknya KDEKS Provinsi Sultra sebagai katalisator pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di provinsi berjuluk Bumi Anoa ini.
“Hari ini saya bangga dan bersyukur atas pengukuhan KDEKS Provinsi Sultra, wilayah dengan beragam sektor unggulan ekonomi syariah yang potensial untuk dikembangkan,” ungkapnya.
Wapres RI, menyebut untuk mendukung pengembangan ekonomi dan keuangan syariah dibutuhkan langkah penguatan ekosistem dan infrastruktur ekonomi syariah, dari pusat hingga daerah, yang salah satunya dapat diwujudkan melalui KDEKS.
“Melalui KDEKS, prinsip-prinsip kebaikan ekonomi syariah akan semakin membumi, dan menjadi bagian dari gerak pembangunan ekonomi di berbagai daerah di tanah air,” pungkasnya. (Ahmad Odhe/yat)
