Take a fresh look at your lifestyle.
UHO Kendari

Pj Bupati Mubar Jadi Pengamat Pada Kegiatan Simulasi Tanggap Darurat Bencana se-Asean

173

Penjabat (Pj) Bupati Muna Barat (Muna) Dr. Bahri dipercaya jadi observer atau pengamat pada kegiatan ASEAN Regional Disaster Emergency Response Simulation Exercise (ARDEX) yang dilaksanakan di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, 31 Juli sampai dengan 4 Agustus 2023.

ARDEX merupakan agenda dua tahunan yang digagas sebagai salah satu latihan simulasi tanggap darurat bencana se-ASEAN.

Penyelenggaran ARDEX dilatarbelakangi oleh dampak yang kerap ditimbulkan oleh bencana alam. Meskipun hal tersebut tidak dapat dihindari tetapi upaya untuk meminimalisir dampak dapat dilakukan melalui upaya tanggap bencana. Oleh sebab itu Indonesia menjalin kerjasama dengan ASEAN Regional Forum (ARF) dalam penyelenggaraan ARDEX-2023.

“Dampak positifnya dengan kegiatan ini adalah kita bisa tahu ketika ada bencana, sangat jelas siapa berbuat apa, gimana tata kelola manajemen bencana, tata kelola bantuan dan tata kelola pengerahan SDMnya,” kata Bahri melalui pesan WhatsAppnya.

Menurutnya, Indonesia merupakan salah satu negara rawan bencana alam, karena secara geografis indonesia terletak berada di kawasan Ring of Fire atau ‘Cincin Api’ Pasifik. Pertemuan tiga lempeng tektonik dunia, Lempeng Indo-Australia, Lempeng Eurasia dan Lempeng Pasifik. Oleh sebab itu, Indonesia termasuk negara rawan dilanda bencana seperti gempa bumi, letusan gunung berapi hingga tsunami.

Iklan oleh Google

“Termasuk Muna Barat juga rawan bencana, makanya Kepala BPBD Mubar juga hadir mengikuti kegiatan ini “,tuturnya.

Direktur Perencanaan Keuangan Daerah Kemendagri ini mengaku, kegiatan ARDEX-2023 secara efektif akan dilaksanakan dengan metode tatap muka/klasikal selama lima hari.

“Seluruh rangkaian kegiatan melibatkan tim perencanaan dari BNPB, kementerian/lembaga negara, Pemerintah Daerah Provinsi D.I. Yogyakarta, Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman, dan organisasi internasional,” tutupnya.

Pemilihan Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai tempat pelaksanaan didasarkan pada hasil kajian potensi gempa bumi di daerah ini. D.I Yogyakarta secara geologis merupakan daerah rambatan gelombang/gaya sumber gempa dari runtuhan patahan yang sangat tua dengan kisaran usia 2 juta tahun. Patahan ini terletak  10 km di sebelah timur patahan Opak dengan orientasi paralel.

Untuk diketahui, kegiatan tersebut diikuti sebanyak 960 peserta dari Indonesia yang merupakan perwakilan kementerian dan lembaga serta pemerintah daerah serta para penggiat penanggulangan bencana. Adapun dari luar negeri khususnya dari perwakilan 10 negara ASEAN terdapat 180 orang dan dari Sekretariat Negara ASEAN itu sendiri. (Pialo/yat)

ARTIKEL-ARTIKEL MENARIK NAWALAMEDIA.ID BISA DIAKSES VIA GOOGLE NEWS(GOOGLE BERITA) BERIKUT INI: LINK
Berlangganan Berita via Email
Berlangganan Berita via Email untuk Mendapatkan Semua Artikel Secara Gratis DIkirim ke Email Anda
Anda Dapat Berhenti Subscribe Kapanpun
Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan, ruas (*) wajib diisi