Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Asrun Lio, resmi mengajukan permohonan mutasi secara pribadi untuk kembali mengabdi di dunia akademik. Asrun berencana melepas jabatan birokrasinya demi kembali menjadi dosen di Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Sulawesi Tenggara.
Asrun mengungkapkan bahwa surat permohonan kepindahan tersebut telah dilayangkan sejak pertengahan Maret 2024 lalu melalui mekanisme resmi.
“Saya telah mengajukan permohonan mutasi secara pribadi untuk kembali melaksanakan tugas sebagai dosen di Universitas Halu Oleo. Surat ini telah dilayangkan sejak pertengahan Maret lalu. Ini adalah bagian dari ikhtiar saya untuk melanjutkan pengabdian di dunia akademik,” ujar Asrun dalam keterangannya, di kutip Senin, 6 April 2026.
Permohonan mutasi tersebut ditujukan kepada Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Rektor UHO. Dalam pengajuannya, Asrun menargetkan posisi sebagai dosen dengan jabatan Lektor Kepala pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UHO.
Asrun membeberkan alasan utama di balik keputusan ini adalah keinginan untuk menuntaskan karier akademik tertinggi, yakni meraih gelar Guru Besar (Profesor).
“Saat ini, fokus dan target saya adalah bagaimana proses ini dapat berjalan dengan baik sehingga saya bisa segera kembali mengabdi di dunia pendidikan. Selain itu, saya juga memerlukan waktu untuk mengumpulkan angka kredit dan persyaratan akademik yang dibutuhkan untuk mencapai jabatan guru besar,” jelasnya.
Iklan oleh Google
Meski proses administrasi kepindahannya tengah berjalan, Asrun memastikan bahwa roda pemerintahan di Provinsi Sulawesi Tenggara tidak akan terganggu.
Ia menegaskan bahwa dirinya masih memegang tanggung jawab penuh sebagai jenderal ASN di provinsi tersebut hingga adanya keputusan resmi.
“Selama proses administrasi masih berjalan dan menunggu keputusan resmi, saya tetap melaksanakan tugas sebagai Sekretaris Daerah secara penuh serta memastikan roda pemerintahan berjalan sebagaimana mestinya,” tegas Asrun.
Dia menilai pengalaman panjangnya di birokrasi justru akan menjadi nilai tambah saat kembali ke kampus nanti, terutama dalam pengembangan sumber daya manusia dan kebijakan pendidikan.
Menurutnya, pengabdian kepada daerah tidak terbatas pada satu instansi saja. Ia berharap transisinya dari birokrat kembali menjadi akademisi dapat memberikan kontribusi positif bagi kemajuan Sulawesi Tenggara di sektor pendidikan.
“Pada prinsipnya, pengabdian saya tetap untuk Sulawesi Tenggara, baik melalui pemerintahan maupun dunia pendidikan,” pungkasnya. (Ahmad Odhe/yat)
