Banner Nawala Media
Lewati ke konten
Selasa, 15 September 2026 Menulis adalah Bekerja untuk Keabadian

Pergi Memancing Ikan, Kakek dan Anak Usia 6 Tahun Dilaporkan Hilang di Perairan Bombana

Seorang kakek berusia 63 tahun bernama Darmasin bersama cucunya, Dicky Saputra (6), dilaporkan hilang saat pergi memancing di perairan Pulau Basa, Kecamatan Poleang, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Peristiwa lost contact perahu motor (longboat) yang ditumpangi kedua warga Pulau Sagori, Desa Sikeli, Kecamatan Kabaena Barat tersebut kini dalam penanganan Kantor Pertolongan dan Pencarian (Basarnas) Kendari.

Kepala Basarnas Kendari, Amiruddin AS, mengatakan informasi hilangnya kedua korban diterima oleh pihaknya dari anak korban yang bernama Mursidin pada Senin, 14 September 2026 pagi.

“Comm Centre KPP Kendari menerima laporan dari keluarga korban pada pukul 05.55 WITA terkait kecelakaan kapal perahu motor yang mengalami lepas kontak di sekitar perairan Pulau Basa,” kata Amiruddin dalam keterangan resminya.

Berdasarkan kronologi kejadian, kedua korban berangkat memancing bersama Mursidin pada Sabtu, 12 September 2026 sekitar pukul 13.00 WITA dengan menggunakan dua perahu motor secara terpisah. Darmasin berada di satu perahu bersama sang cucu, sementara Mursidin mengemudikan perahu lainnya.

Sekitar pukul 17.00 WITA, Mursidin masih sempat melihat keberadaan perahu ayahnya di posisi sekitar 2 mil laut dari Pulau Basa. Namun hingga Minggu, 13 September 2026 pagi, kedua korban tak kunjung kembali ke rumah.

“Kebiasaan korban melaut dan kembali pada keesokan harinya. Namun hingga pukul 10.00 WITA, korban bersama cucunya belum juga kembali ke Pulau Sagori. pencarian telah dilakukan oleh masyarakat sekitar dan pihak keluarga namun hingga informasi ini diterima dengan hasil nihi,” jelas Amiruddin.

Mendapat laporan tersebut, tim penyelamat (rescue) dari Pos SAR Kolaka langsung dikerahkan menuju lokasi kejadian yang berjarak sekitar 51 mil laut untuk melakukan operasi pencarian.

“Pada pukul 06.15 WITA, tim SAR bergerak ke lokasi kejadian dengan mengerahkan Rigid Inflatable Boat (RIB), alat pendeteksi bawah air Aquaeye, serta peralatan pendukung evakuasi lainnya,” pungkasnya.

Operasi pencarian ini melibatkan personel Pos SAR Kolaka, keluarga korban, dan nelayan setempat di tengah kondisi cuaca cerah dengan ketinggian gelombang laut berkisar antara 1 hingga 2 meter. (Ahmad Odhe/yat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *