Take a fresh look at your lifestyle.
UHO Kendari

Pemda Mubar Gandeng Investor Bangun Industri Tepung Tapioka

389

Pemerintah Daerah Kabupaten Muna Barat (Mubar) menggandeng investor untuk membangun industri tapioka (tepung pati ubi kayu). Pabrik tersebut rencananya akan dibangun oleh perusahaan PT Espay asal Indonesia.

Penjabat (Pj) Bupati Mubar, Dr. Bahri, menyampaikan, kerja sama pembangunan pabrik tepung tapioka di Mubar bertujuan untuk menunjang kemandirian pangan serta meningkatkan perekonomian masyarakat. Program industri tepung tapioka ini dinilai layak jika dibangun di Mubar. Apa lagi wilayah Mubar masih banyak lahan-lahan kosong yang tidak dimanfaatkan.

“Dalam rangka kemandirian pangan dan juga peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Kita akan memanfaatkan lahan-lahan pertanian yang berpotensi untuk menghasilkan produk pertanian ataupun dalam konteks ketahanan pangan seperti ubi kayu,” jelas Bahri.

Menurutnya program pembangunan Industri Tepung tapioka ini sejalan dengan program nasional. Di mana saat ini, kebutuhan tepung tapioka Indonesia masih bergantung pada impor luar negeri.

“Pada prinsipnya kita menindaklanjuti program nasional dalam rangka mendukung food estate menuju pemulihan ekonomi masyatakat juga mengurangi ketergantungan impor tapioka. Sekaligus menguatkan ketahanan pangan di Mubar,” terang Bahri.

Untuk itu, sebagai langkah awal dalam memudahkan dan meningkatkan hasil produksi ubi kayu maka pabrik tepung tapioka dibangun di Mubar.

“Kalau pabrik sudah ada disini, maka kita tidak susah mencari pasaran. Petani kita tinggal menanam dan hasil produksi pasti dijemput,” ujarnya.

Direktur Perencanaan Keuangan Daerah Kemendagri ini menilai, dengan hadirnya investasi pabrik tepung tapioka di Mubar maka otomatis lapangan kerja akan terbuka, roda perekonomian akan meningkat, dan kesejahteraan masyarakat bisa terwujud.

Iklan oleh Google

“Investasi ini akan menaikkan pendapatan masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya wilayah daratan yang kaya akan potensi tanah pertanian. Dengan pola kemitraaan atau patnership antara masyarakat dan investor maka masyarakat cukup menyampaikan kesedian mengikuti program, memiliki lahan dan KTP Mubar,” jelasnya.

Alumni STPDN 07 ini mengak, untuk menjembatani masyarakat dan investor Pemda mubar akan membentuk BUMD dalam bentuk Perumda.

“Tahap awal pembukaan lahan melalui BUMD Pemda akan memberi pembiayaan modal awal Rp8 juta per hektare. Dengan hasil produksi 45-50 ton per hektare sekali panen dalam jangka 6-7 bulan dengan estimasi jika harga jual seribu per kilo maka Rp45 sampai 50 juta kurangi modal awal maka besar pendapatan sekitar Rp37 juta sampai 42 juta,” tutur Bahri.

Sementara itu, pihak PT Espay, Dodon mengaku, sebagai langkah awal pihaknya akan membangun pabrik dengan kapasitas 20 ton per hari dengan nilai investasinya sekira Rp25 miliar dan membutuhkan lahan 1250 hektare. Untuk memenuhi pasokan per hari pihaknya memerlukan bahan baku ubi kayu antara 100 -120 ton, dengan estimasi hasil panen diperkirakan 45-50 ton maka dalam satu hari kita harus panen 3-4 hektare.

“Insya Allah tahun 2023 kita mulai bangun pabriknya. Dengan adanya pabrik ini akan membuka lapangan kerja dan peningkatan ekonomi masyarakat bisa meningkat. Kemudian Kalau ini sudah jalan petani akan jadi pengusaha sukses”,katanya.

Dodon menilai, potensi lahan pertanian di Mubar cukup besar. Penilaian ini berdasarkan dengan data yang diperoleh dari guru besar ilmu tanah di perguruan tinggi di Kendari. Lahan tidur di Mubar 40 ribu hektare dan itu sangat cocok untuk ubi kayu sekitar 23 ribu hektare.

Ini juga menjadi alasan kenapa kamu memilih Mubar sebagai tempat investasi tepung tapioka. Ditambah dengan semangat dan antusias pak Bupati terhadap pembangunan daerah sektor pertanian di Mubar”,terangnya.

Terkait hal itu, Kadis Pertanian, Nestor Jono, mengaku sangat mengapresiasi dan menyambut baik langkah PT Espay kerena bersedia kerja sama dengan Pemda Mubar. Hadirnya PT Espay ini menjadi angin segar bagi petani di Mubar. Meski demikian untuk mendukung program ini pihaknya masih melakukan pendataan calon petani calon lahan (CPCL).

“Kita akan cek dan data dulu untuk 1.250 hektare itu. Di Mubar kan ada 448 kelompok tani, berapa lahan yang siap. Yang jelas kita tetap siap mendukung untuk menuntaskan program pembangunan pabrik tepung tapioka di Mubar,” tuturnya. (Pialo/yat)

ARTIKEL-ARTIKEL MENARIK NAWALAMEDIA.ID BISA DIAKSES VIA GOOGLE NEWS(GOOGLE BERITA) BERIKUT INI: LINK
Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan, ruas (*) wajib diisi