Kukuhkan 8 Guru Besar, Kini Universitas Halu Oleo Kendari Memiliki 119 Profesor
Usai mengukuhkan 8 guru besar di Auditorium Universitas Halu Oleo pada Kamis, 21 September 2023 dan Jumat, 22 September 2023, Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari kini memiliki 119 guru besar atau profesor dalam berbagai bidang keilmuan.
Terbaru Universitas Halu Oleo Kendari mengukuhkan Prof. Drs. H. Muhammad Zakir Muzakkar, M.Si., Ph.D., diangkat dalam jabatan guru besar dalam bidang Ilmu Kimia Fisika, Prof. Dr. Eng. Minson Simatupang, S.T., M.T.,diangkat dalam jabatan guru besar dalam bidang ilmu Teknik Sipil, Prof. Dr. Nur Arfa Yanti, S.Si., M.Si., diangkat dalam jabatan guru besar dalam bidang ilmu Mikrobiologi dan Prof. Dr. La Misu, M.Pd diangkat dalam jabatan guru besar dalam bidang ilmu Pendidikan Matematika.
Kemudian Prof. Dr. Nasrul, S.E., M.Si., diangkat dalam jabatan guru besar dalam bidang Ilmu Manajemen Pemasaran, Prof. Dr. La Ode Afa, M.Si., diangkat dalam jabatan guru besar dalam bidang ilmu Agronomi dan Hortikultura. Prof. Iskandar, S.P., M.Si., Ph.D., diangkat dalam jabatan guru besar dalam bidang ilmu Pemberdayaan Masyarakat dan Prof. Dr. La Ode Anto, S.E., M.Si., Ak., QIA., CA., diangkat dalam jabatan guru besar dalam bidang ilmu Akuntansi.
Rektor Universitas Halu Oleo Kendari Prof Muhammad Zamrun Firihu mengatakan, periode Januari hingga September tahun 2023 jumlah guru besar bertambah 24 orang sehingga jumlah guru besar saat ini 119 orang dalam bidang ilmu yang berbeda.
“SK yang keluar di periode Januari hingga September dengan rincian April 2 orang, Mei 4 orang, Juni 2 orang, Agustus 15 orang dan September 1 orang. Hingga saat ini, jumlah guru besar di UHO sudah mencapai 119 orang dalam bidang keilmuan yang berbeda,” kata prof Zamrun Jumat, 22 September 2023.
Prof Zamrun mengungkapkan, dari 119 guru besar tersebar di 14 Fakultas yakni 33 orang berada di Fakultas Pertanian, 22 orang di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, 17 orang di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, 17 orang di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, 8 orang di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.
Selanjutnya 4 orang di Fakultas Peternakan, 3 di Fakultas Teknik, 3 di Fakultas Farmasi, 3 orang di Fakultas Ilmu Budaya, 3 orang di Kehutanan dan Ilmu Lingkungan, 2 orang di Fakultas Kesehatan Masyarakat, 2 di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 1 orang Fakultas Hukum dan 1 orang di Fakultas Kedokteran.
Iklan oleh Google
“UHO menargetkan jumlah guru besar sebelum tahun 2030 akan mencapai 200-250 orang. Bertambahnya guru besar akan berkorelasi dengan kualitas sumber daya manusia dan kapasitas kelembagaan UHO di dalam mengemban Tri Dharma Perguruan Tinggi,” ungkapnya.
Lebih lanjut Prof Zamrun berpesan kepada para guru besar yang dikukuhkan, agar dapat memberikan aksi nyata untuk memajukan Universitas Halu Oleo dalam bidang keilmuannya masing-masing.
“Guru besar atau profesor merupakan puncak karir jabatan fungsional seorang dosen di perguruan tinggi. Jadi saya harap yang dikukuhkan hari ini harus menghasilkan lebih banyak karya terutama dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat,” ujar Prof Zamrun.
Alumnus Jepang itu mengungkapkan sebagai academic leader atau kepemimpinan akademik guru besar harus meningkatkan layanan prima.
“Guru besar harus selalu berupaya menemukan cara tentang kepeloporan akademik yang ditunggu oleh masyarakat, serta berupaya memberikan jawaban atas persoalan yang ada di lingkungan akademik kampus dan di masyarakat dengan aksi nyata,” ungkap Ketua Kagama Sultra itu.
Lebih lanjut, ia berharap pada yang dikukuhkan sebagai guru besar dapat menginspirasi seluruh dosen di Universitas Halu Oleo terutama di program Studinya.
“Saya harap guru besar yang dikukuhkan hari ini bisa memberikan bimbingan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat agar dapat meningkatkan akreditasi program studi,” pungkasnya. (Ahmad Odhe/yat)
