Klaim Pertamina Kendari Soal BBM yang Dibuang di Drainase
Video warga yang berebutan bahan bakar minyak (BBM) yang dibuang oleh stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) di Sulawesi Tenggara, ternyata berada di salah satu SPBU di Kabupaten Konawe Selatan.
Pihak Pertamina Patra Niaga menyebut, insiden tersebut terjadi di SPBU 74.933.20 yakni Amoito Kecamatan Ranomeeto Barat Kabupaten Konawe Selatan.
Penyebabnya adalah kesalahan dalam proses bongkar muat BBM, dimana Biosolar tercampur ke dalam tangki pendam Pertalite yang hampir penuh, sehingga menyebabkan tumpahan.
“Insiden ini terjadi akibat kelalaian operator SPBU dalam proses bongkar muat BBM, di mana BBM jenis Biosolar terbongkar ke dalam tangki pendam Pertalite yang sudah hampir penuh, sehingga menyebabkan tumpahan,” kata Fahrougi Andriani Sumampouw Area Manager Communication, Relations, & CSR Regional Sulawesi salam keterangan tertulisnya.
Diketahui BBM tersebut dibuang melalui pipa pembuangan ke saluran drainase dan langsung ditada oleh warga. Aksi tersebut pun viral di media sosial pada Kamis, 6 Maret 2025.
Iklan oleh Google
Fahrougi mengatakan sebagai langkah mitigasi, Pertamina Patra Niaga bersama pihak SPBU telah melakukan penanganan di lokasi untuk memastikan keamanan pelanggan, pekerja SPBU, dan lingkungan sekitar.
“Kami juga telah mengingatkan seluruh operator SPBU agar lebih teliti dalam menjalankan prosedur bongkar muat BBM guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang,” ujarnya.
Sebagai langkah tegas, Pertamina memberikan sanksi kepada operator SPBU yang bertanggung jawab atas kelalaian ini sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain itu, evaluasi menyeluruh akan dilakukan untuk memastikan kepatuhan terhadap standar keselamatan dan kualitas layanan di seluruh SPBU di wilayah Sulawesi.
Pertamina pun mengimbau masyarakat untuk tidak mengambil atau menggunakan BBM yang telah tumpah, karena dapat membahayakan kendaraan serta keselamatan diri sendiri.
“BBM yang bercampur atau terkontaminasi tidak memenuhi standar kualitas dan dapat merusak mesin kendaraan,” tambahnya. (Ahmad Odhe/yat)