Jadi Sorotan Publik di Kasus Korupsi Tambang, Kawilker Kolut Janji Kooperatif dalam Menjalani Pemeriksaan
Nama Kepala Wilayah Kerja (Ka Wilker) Kolaka Utara, Ikbar, ikut mencuat dalam pusaran penyidikan kasus dugaan korupsi tambang di Kolaka Utara.
Meski berada di bawah sorotan publik, Ikbar tetap menunjukkan sikap profesional dan menjunjung tinggi proses hukum yang sedang berlangsung di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra).
Dalam keterangannya, Ikbar menegaskan bahwa dirinya tidak merasa terganggu dengan berbagai opini yang berkembang. Ia justru berkomitmen untuk bersikap kooperatif dan mendukung penuh proses hukum yang tengah berjalan.
“Saya tidak terlalu menanggapi riak-riak di luar. Saya tetap fokus pada proses yang berjalan di kejaksaan, dan siap hadir kapan pun dibutuhkan,” ungkap Ikbar dalam keterangannya.
Iklan oleh Google
Sikap tenang dan terbuka yang ditunjukkan Ikbar dinilai sebagai bentuk kedewasaan dalam menghadapi situasi yang kompleks. Ia juga menegaskan siap bekerja sama sepenuhnya dengan penyidik.
“Sejak awal saya selalu hadir kalau dipanggil. Tidak ada yang saya tutupi,” tambahnya.
Kasus korupsi tambang yang tengah diusut Kejati Sultra ini telah menetapkan enam orang tersangka. Mereka terdiri dari empat pimpinan perusahaan, seorang kepala syahbandar, serta satu orang perempuan.
Meski belum ada penetapan tersangka tambahan, publik terus menanti perkembangan penyidikan, terutama peran aktor-aktor lain dalam praktik yang merugikan negara hingga ratusan miliar rupiah ini.
Sementara itu, sikap kooperatif Ka Wilker Kolut menjadi catatan penting di tengah upaya penegakan hukum dan transparansi di sektor pertambangan Sulawesi Tenggara. (Ahmad Odhe/yat)
