Ditipu karena Arisan dan Investasi, Ibu-ibu di Konsel Mengadu di Polda Sultra
Puluhan warga yang berada di Desa Langgea Kecamatan Ranomeeto Kabupaten Konawe Selatan mendatangi Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Polda Sultra), Selasa, 28 Mei 2024.
Kedatangan di Mapolda Sultra untuk meminta kepolisian menangkap pelaku yang telah melakukan tindak pidana penipuan kepada mereka.
“Kedatangan kami di sini meminta dia segera ditangkap, biar ada efek jera untuk dia agar tidak ada korban selanjutnya,” kata Wa Ode Rosmina yang menjadi korban penipuan saat ditemui di Mapolda Sultra.
Sebelumnya warga telah melaporkan seorang perempuan berinisial TNW di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sultra pada 16 Mei 2024 atas tindak pidana penipuan atau penggelapan.
Wa Ode Rosmina mengaku, pelaku melakukan aksinya dengan modus yang berbeda-beda di antaranya investasi, arisan dan menggunakan pemalsuan data.
Kata Rosmina, pelaku menjalankan aksinya kepada dirinya dengan modus investasi. Dimana saat itu pelaku meminta uang kepada dirinya untuk membuka jasa pinjaman untuk masyarakat dengan bunga yang didapatkan akan dibagi dua.
Iklan oleh Google
Namun, setelah berjalannya waktu, ternyata uang tersebut tidak dipinjamkan kepada masyarakat, melainkan digunakan untuk kebutuhan pribadinya.
“Tapi bukti dan kenyataannya tidak ada semua yang meminjam dana itu dia sendiri yang pakai dana itu, untuk kebutuhan pribadi,” ujar Wa Ode Rosmina.
Selain itu, korban lain bernama Ani Supriani mengaku ditipu oleh wanita tersebut, dengan modus mengadaikan BPKB orang yang mengatasnamakan dirinya.
Ani bilang, saat itu pelaku menawarkan hasil dari pegadaian BPKB tersebut akan dibagikan sebagian kepada dirinya. Serta angsuran pembayaran dari pegadaian akan dibayar oleh pelaku sendiri. Namun ternyata pelaku tidak melakukan pembayaran angsuran tersebut, sehingga ia merasa ditipu oleh pelaku.
“Saya cair 100 juta dibawa kabur semuanya itu uang sama dia itu. Pokoknya semua itu atas nama, kita ini ditinggali utang sama dia. Jadi kami ini yang dikejar-kejar utang,” kesal korban.
“Kita ini mau bayar pakai apa, makan saja kita cekik leher apa lagi kita bayar utang,” sambungnya.
Sedangkan, pihak Polda Sultra saat dikonfirmasi terkait laporan tersebut melalui Dirkrimum Polda Sultra belum memberikan keterangannya. (Ahmad Odhe/yat)