Berkunjung di Sultra, Mentan Amran Sulaiman Serahkan 30 Traktor ke Pemda Konut
Menteri Pertanian Republik Indonesia (RI) Andi Amran Sulaiman memberikan alat bantu pertanian berupa traktor roda dua maupun roda empat ke Pemerintah Daerah (Pemda) Konawe Utara (Konut), Rabu 10 Januari 2023.
Amran Sulaiman mengatakan bantuan tersebut untuk mendukung kemajuan pangan serta memfasilitasi segala kekurangan demi kesejahteraan masyarakat di seluruh Indonesia khususnya Kabupaten Konut.
“Kabupaten Konawe Utara ini sudah sangat maju dan kami berharap ini bisa menggerakkan sektor pertanian karna yang menyerap tenaga terbesar adalah sektor pertanian,” ujarnya.
Ia menuturkan, pihaknya memberikan 10 alat traktor roda empat dan 20 traktor roda 2 kepada Pemda Konut. Ia berharap dengan bantuan tersebut bisa mengembangkan pertanian di Sulawesi Tenggara khususnya di Konawe Utara.
“Tolong alat pertanian yang aku berikan ini dijaga baik-baik untuk mengembangkan pertanian di Kabupaten Konut,” tuturnya.
Andi juga menyebutkan pucuk pimpinan di Kabupaten Konut merupakan kepala daerah yang gigih dan pekerja keras.
Iklan oleh Google
“Karena saya tahu Bupati Konawe Utara (Ruksamin) orangnya pekerja keras,” pungkasnya.
Di tempat yang sama, Bupati Konut Ruksamin memaparkan berbagai program dalam pemanfaatan segala potensi yang ada di daerah yang ia pimpin, salah satunya sektor pertanian.
Ia menerangkan, untuk terus menumbuhkan geliat ekonomi pada sektor pertanian, pihaknya meluncurkan Program Pemanfaatan Kebun Pekarangan (P2KP).
Menurut Ruksamin, program ini dinilai mampu menjaga dan meningkatkan perekonomian masyarakat dan menjamin ketersediaan pangan di Kabupaten Konut.
“Kita perlu bangga, di Kabupaten Konawe Utara yang terkenal dengan nikelnya, ternyata yang menjadi penyumbang terbesar Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) adalah dari sektor pertanian yaitu sebesar 39,23 %,” terangnya.
Mantan anggota DPRD Konawe itu juga menyebut, untuk lebih meningkatkan lagi produksi sektor pertanian, sebagai pimpinan tertinggi di Konut, ia telah menyiapkan lahan kurang lebih 10.000 hektare untuk ditanami komoditi jagung.
“Bukan hanya itu, untuk menyesuaikan dengan era digital dan untuk memudahkan petani dalam mendapatkan pupuk dan memudahkan dalam pemasaran hasil pertanian, kami juga melaunching aplikasi Pak Tani KONASARA,” pungkasnya. (Ahmad Odhe/yat)
