Waspada Cuaca Ekstrem di Sultra, Ketinggian Ombak Diprediksi Mencapai 1 Hingga 6 Meter
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kendari mengingatkan kepada warga Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem dan gelombang tinggi di perairan Bumi Anoa.
BMKG memperkirakan, cuaca ekstrem ini akan berlangsung mulai 24 Desember hingga 29 Desember 2022.
Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Klas II Kendari Sugeng Widarko menjelaskan, pihaknya mengidentifikasi adanya potensi peningkatan curah hujan dan tinggi gelombang dalam periode sepekan ke depan di sebagian wilayah kota, kabupaten, dan perairan Provinsi Sultra.
Kondisi itu dipicu oleh peningkatan aktivitas dinamika atmosfer seperti aktifnya gelombang equatorial Rosby di Sultra. Massa udara basah lapisan rendah terkonsentrasi di wilayah Sultra sampai lapisan 700 mb mencapai 70-90 persen.
Indeks labilitas ringan sampai sedang dan pola konvektif skala lokal di Sultra beserta hangatnya suhu muka laut di wilayah sekitar Sultra terutama bagian perairan Baubau, Wakatobi, Manui Kendari, dan Laut Banda.
Akibatnya, menambah pasokan uap air cukup tinggi untuk mendukung pembentukan awan hujan cukup tinggi di wilayah Sultra.
“Berdasarkan pantauan pergerakan angin atau streamlinenya terpantau pergerakan angin dari timur hingga selatan memasuki Laut Banda Timur Sulawesi, Perairan Wakatobi, Perairan Baubau dan Perairan Manui Kendari dengan kecepatan angin lebih 20 knots.
“Berdasarkan kondisi tersebut, BMKG memprakirakan dalam enam hari ke depan potensi cuaca ekstrem, curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang berpotensi terjadi,” katanya dalam rilis persnya.
Iklan oleh Google
Dari 17 daerah di Sultra, hampir semua berpotensi terjadi hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang dalam rentan waktu 24 Desember hingga 29 Desember 2022.
Ia melanjutkan, potensi cuaca berupa angin kencang yang dapat mencapai di atas 20 knots sehingga bisa memicu gelombang antara 1,25 meter hingga 6 meter.
Tinggi gelombang antara 1,25 meter sampai 2,5 meter atau kategori sedang terjadi di wilayah Laut Banda Timur Sultra bagian utara dan timur, Perairan Manui bagian timur. Ini diperkirakan terjadi pada 24 dan 25 Desember 2022.
Kemudian masih dengan tinggi gelombang yang sama pada 26 Desember terjadi di wilayah Laut Banda Timur Sultra bagian Selatan, Perairan Selatan Wakatobi bagian barat dan timur, serta Perairan Baubau bagian selatan.
Pada 28 Desember 2022, terjadi di wilayah Laut Banda Timur Sultra bagian selatan, perairan utara Wakatobi bagian utara dan timur, serta perairan Baubau bagian utara dan selatan.
Selanjutnya, tinggi gelombang 2,5 meter hingga 4 meter berpotensi terjadi Perairan Baubau bagian utara, Laut Banda Timur bagian barat, perairan utara Wakatobi bagian barat dan timur.
Kemudian, tinggi gelombang antara 4 meter sampai 6 meter perlu diwaspadai di Perairan Baubau bagian Selatan, Laut Banda Timur Sultra bagian selatan, perairan Selatan Wakatobi bagian barat dan timur.
“BMKG Provinsi Sulawesi Tenggara mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada khususnya akan dampak dari curah hujan tinggi yang memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang dan jalan licin,” imbaunya.
“Harap diperhatikan risiko tinggi gelombang terhadap keselamatan pelayaran dan dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi (Perairan Manui Kendari, Perairan Baubau, Perairan Wakatobi dan Laut Banda Timur Sultra) agar tetap selalu waspada terutama mulai tanggal 24-25 Desember 2022,” pungkasnya. (yat)
